Simak Beberapa Peristiwa Bersejarah jelang Kemerdekaan Indonesia

  • 10 Agt 2026 00:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebelas peristiwa penting berlangsung sejak pengeboman Hiroshima hingga sehari menjelang Proklamasi.
  • Kekalahan Jepang mempercepat perubahan politik dan memperbesar desakan untuk segera menyatakan kemerdekaan.
  • Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa kelompok pemuda sebelum Proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945

RRI.CO.ID, Jakarta - Proklamasi 17 Agustus 1945 didahului rangkaian peristiwa penting yang berlangsung dalam sebelas hari. Rangkaian itu dimulai dari bom Hiroshima hingga desakan pemuda menjelang pembacaan Proklamasi.

Tanggal 17 Agustus kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. Pembacaan Proklamasi oleh Soekarno menjadi penanda lahirnya kehidupan baru sebagai bangsa merdeka.

Meski berlangsung singkat, Proklamasi hadir setelah perubahan politik dan peperangan bergerak sangat cepat. Sejumlah peristiwa tersebut turut membentuk situasi menjelang kemerdekaan Indonesia.

Berikut beberapa peristiwa bersejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dirangkum berdasarkan beberapa sumber:

1. Hiroshima Dibom, 6 Agustus 1945

Amerika Serikat menjatuhkan bom atom bernama Little Boy ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Serangan tersebut semakin melemahkan kekuatan Jepang dalam Perang Dunia II.

Ledakan itu menewaskan sekitar 120 ribu penduduk Hiroshima berdasarkan sumber tersebut. Melemahnya Jepang kemudian turut memengaruhi situasi politik di Indonesia.

2. BPUPKI Dibubarkan, 7 Agustus 1945

Sehari setelah pengeboman Hiroshima, Jepang membubarkan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Langkah tersebut kemudian diikuti pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Soekarno ditetapkan sebagai ketua, sedangkan Mohammad Hatta menjadi wakil ketua PPKI. Badan tersebut melanjutkan proses persiapan menuju kemerdekaan Indonesia.

3. Uni Soviet Nyatakan Perang, 8 Agustus 1945

Tekanan terhadap Jepang bertambah ketika Uni Soviet menyatakan perang pada 8 Agustus 1945. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Uni Soviet kepada Duta Besar Jepang.

Serangan Soviet terhadap sejumlah wilayah kekuasaan Jepang semakin memperlemah posisi negara tersebut. Jepang menghadapi tekanan besar dari berbagai kekuatan Sekutu.

4. Nagasaki Dibom, 9 Agustus 1945

Amerika Serikat kembali menjatuhkan bom atom ke Jepang pada 9 Agustus 1945. Pesawat B-29 menjadikan Kota Nagasaki sebagai sasaran serangan kedua.

Pengeboman terjadi hanya tiga hari setelah Hiroshima dihantam Little Boy. Serangan tersebut semakin memperburuk kondisi Jepang menjelang berakhirnya perang.

5. Kabar Jepang Melemah, 10 Agustus 1945

Kabar mengenai melemahnya Jepang kemudian terdengar oleh Sutan Sjahrir pada 10 Agustus 1945. Menurut sumber, informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Chairil Anwar.

Kabar itu segera mendapat perhatian dari kelompok gerakan bawah tanah pejuang Indonesia. Perkembangan perang mulai membuka peluang besar bagi perjuangan kemerdekaan.

6. Soekarno-Hatta Berangkat ke Vietnam, 11 Agustus 1945

Soekarno dan Mohammad Hatta diterbangkan ke Vietnam pada 11 Agustus 1945. Keduanya berangkat untuk menemui Jenderal Terauchi sebagai pimpinan militer Jepang di kawasan.

Pertemuan berlangsung ketika posisi Jepang semakin terdesak menghadapi Sekutu. Situasi tersebut membuat perkembangan menuju kemerdekaan Indonesia bergerak semakin cepat.

7. Amerika Sebarkan Selebaran, 12 Agustus 1945

Sehari kemudian, pesawat Amerika Serikat kembali mendatangi wilayah Jepang. Pesawat tersebut menyebarkan selebaran yang berisi perintah agar Jepang menyerah.

Tekanan tersebut menambah rangkaian serangan militer yang telah menghantam Jepang. Posisi pemerintah Jepang semakin sulit untuk mempertahankan peperangan.

8. Soekarno Kembali dari Vietnam, 13 Agustus 1945

Soekarno kembali dari Vietnam pada 13 Agustus 1945 setelah bertemu Jenderal Terauchi. Kepulangannya berlangsung ketika kondisi Jepang terus mengalami perubahan besar.

Situasi tersebut semakin diperhatikan oleh para pejuang kemerdekaan di Indonesia. Perbedaan pandangan mengenai waktu Proklamasi kemudian mulai menguat.

9. Jepang Menyerah, 14 Agustus 1945

Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Kekalahan tersebut mengubah situasi politik di berbagai wilayah pendudukannya.

Indonesia menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak perubahan tersebut. Momentum itu semakin memperkuat desakan agar kemerdekaan segera diproklamasikan.

10. Gerakan Bawah Tanah Bergerak, 15 Agustus 1945

Setelah kekalahan Jepang, gerakan bawah tanah semakin aktif pada 15 Agustus 1945. Sumber tersebut menyebut Sutan Sjahrir bersama pejuang Cirebon mengambil langkah terkait kemerdekaan.

Kelompok pemuda semakin mendesak agar Proklamasi dilakukan tanpa menunggu keputusan pemerintah Jepang. Tekanan tersebut kemudian diarahkan kepada Soekarno dan Mohammad Hatta.

11. Soekarno-Hatta Dibawa Pemuda, 16 Agustus 1945

Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa kelompok pemuda menjelang Proklamasi. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai bagian penting dalam rangkaian menuju kemerdekaan.

Para pemuda mendesak Proklamasi segera dilaksanakan tanpa menggunakan PPKI sebagai perantara. Mereka menginginkan kemerdekaan menjadi keputusan bangsa Indonesia sendiri.

Desakan tersebut akhirnya berujung pada penyusunan naskah Proklamasi di Jakarta. Soekarno kemudian membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Rangkaian sebelas hari tersebut menunjukkan cepatnya perubahan situasi menjelang kemerdekaan Indonesia. Kekalahan Jepang membuka momentum yang kemudian dimanfaatkan para pejuang untuk menyatakan kemerdekaan.

Proklamasi akhirnya menjadi penanda lahirnya Indonesia sebagai bangsa merdeka. Momentum tersebut terus dikenang setiap 17 Agustus melalui peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....