Simak Sejarah dan Tema Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026

  • 08 Agt 2026 23:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tema 2026 menyoroti peran bidan adat melalui tema Honouring Indigenous Midwives: Safeguarding Life and Well-being.
  • Peringatan daring pada 10 Agustus menghadirkan dua dialog tentang pengetahuan, perlindungan, serta dukungan terhadap kebidanan adat.
  • Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia diperingati setiap 9 Agustus untuk memperkuat perlindungan dan pemajuan hak masyarakat adat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2026 diperingati setiap 9 Agustus untuk menguatkan pesan perlindungan hak masyarakat adat global. PBB mengajak masyarakat global memahami budaya, identitas, serta hak masyarakat adat yang selama ini terus diperjuangkan komunitas internasional.

Penetapan peringatan tersebut bermula dari Resolusi PBB 49/214 pada 23 Desember 1994 melalui keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tanggal 9 Agustus dipilih untuk menandai pertemuan pertama Kelompok Kerja PBB tentang Penduduk Asli pada tahun 1982.

Masyarakat adat menjadi pewaris budaya sekaligus penjaga hubungan khas dengan sesama dan lingkungan di wilayah tradisional mereka masing-masing. Mereka mempertahankan karakter sosial, budaya, ekonomi, serta politik berbeda meski menghadapi tantangan serupa dalam pemenuhan hak masyarakat adat.

Sepanjang sejarah, masyarakat adat menghadapi pelanggaran hak atas identitas, tanah, wilayah, dan sumber daya alam tradisional mereka sendiri. Komunitas internasional kini mengakui perlunya langkah khusus untuk melindungi budaya serta cara hidup masyarakat adat secara berkelanjutan bersama.

Tema Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2026

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2026 mengangkat tema Honouring Indigenous Midwives: Safeguarding Life and Well-being. Teman ini menyoroti peran penting bidan adat.

Karena 9 Agustus jatuh pada Minggu. Menariknya peringatan 2026 dilaksanakan secara daring pada Senin, 10 Agustus 2026 tahun ini.

Acara Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2026

Peringatan virtual mencakup pembukaan dengan upacara spiritual adat, pernyataan pejabat PBB, dan Ketua Forum Tetap untuk Isu-isu Adat. Acara kemudian dilanjutkan dengan dua dialog yang menghadirkan pembicara undangan dan diskusi interaktif mengenai kebidanan adat secara langsung.

Dialog 1: Bidan Adat sebagai Pemegang Pengetahuan dan Penjaga Kesejahteraan

Dialog pertama bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kebidanan adat sebagai sistem pengetahuan adat yang hidup sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat. Pembahasan juga menyoroti kontribusi bidan adat serta tantangan mereka dalam memelihara dan mewariskan pengetahuan kepada generasi berikutnya berkelanjutan.

Dialog 2: Dari Pengakuan Menuju Tindakan: Melindungi dan Mendukung Kebidanan Adat

Dialog kedua mengkaji reformasi kebijakan serta jalur praktis untuk mengakui kebidanan adat sebagai sistem pengetahuan yang penting secara nasional. Forum tersebut juga mendorong pelaksanaan komitmen internasional, kewajiban hak asasi manusia, serta rekomendasi terkait kebidanan adat secara nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....