Mengenal Mohammad Yamin, Tokoh di Balik Semangat Persatuan Indonesia
- 06 Agt 2026 14:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Muhammad Yamin adalah tokoh penting dalam sejarah perjuangan Indonesia dengan kontribusi dalam Sumpah Pemuda, sastra, bahasa, hukum, dan perumusan dasar negara.
- Muhammad Yamin dilahirkan di Talawi, dekat Sawahlunto, Sumatera Barat pada 23 Agustus 1903 dari keluarga yang mengutamakan pendidikan.
- Yamin memperoleh kesempatan menempuh pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi, mencerminkan latar belakang keluarga yang progresif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Nama Mohammad Yamin dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kiprahnya tidak hanya terlihat dalam lahirnya Sumpah Pemuda, tetapi juga dalam perkembangan sastra, bahasa, hukum, hingga perumusan dasar negara.
Melansir Ensiklopedia Sastra Indonesia, Mohammad Yamin lahir di Talawi, dekat Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 23 Agustus 1903. Ia berasal dari keluarga yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan, memperoleh kesempatan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Yamin melanjutkan studi di Algemeene Middelbare School (AMS). Ia kemudian menempuh pendidikan hukum di Rechtshoogeschool te Batavia dan meraih gelar Meester in de Rechten atau Sarjana Hukum pada 1932.
Semasa muda, Mohammad Yamin aktif dalam organisasi kepemudaan. Ia pernah memimpin Jong Sumatranen Bond dan aktif mendorong tumbuhnya semangat persatuan di kalangan pemuda dari berbagai daerah.
Perannya semakin menonjol pada Kongres Pemuda II tahun 1928 saat ia dipercaya menjadi sekretaris kongres. Dalam peristiwa bersejarah tersebut, Yamin dikenal sebagai salah satu tokoh yang merumuskan naskah Sumpah Pemuda.
Selain aktif dalam pergerakan nasional, Mohammad Yamin juga dikenal sebagai sastrawan. Ia menjadi salah satu pelopor puisi modern Indonesia dan memperkenalkan bentuk soneta dalam kesusastraan Indonesia.
Pemikiran Muhammad Yamin juga memberi perhatian besar terhadap kedudukan bahasa Indonesia. Ia meyakini bahwa bahasa dapat menjadi alat pemersatu bangsa yang terdiri atas beragam suku dan budaya.
Gagasan tersebut kemudian sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda. Ikrar tersebut juga menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Setelah Indonesia merdeka, Mohammad Yamin mengemban berbagai jabatan penting di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman, Menteri Pendidikan, Menteri Sosial dan Kebudayaan, Menteri Penerangan, serta Ketua Dewan Perancang Nasional.
Atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa, Mohammad Yamin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1973. Warisan pemikiran dan karya-karyanya terus dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....