Sulawesi Utara Terancam Kekeringan, BMKG Sebut Curah Hujan Terus Menurun
- 06 Agt 2026 13:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Sulawesi Utara pada awal Agustus 2026.
- Fenomena El Nino, BMKG menjelaskan, masih berkekuatan kuat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca di wilayah tersebut.
- HTH kriteria pendek terjadi di 56 lokasi, kriteria panjang 48 lokasi. Serta 13 lokasi HTH sangat panjang lebih dari 60 hari
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Sulawesi Utara awal Agustus 2026. Peringatan tersebut, dikeluarkan BMKG setelah pemutakhiran data menunjukkan curah hujan diperkirakan tetap rendah dalam beberapa dasarian ke depan.
BMKG menjelaskan, El Nino masih berkekuatan kuat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca di wilayah tersebut. BMKG meminta, pemerintah daerah dan masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau.
Berdasarkan pemantauan hingga 1 Agustus 2026, Hari Tanpa Hujan (HTH) di Sulawesi Utara masih didominasi kategori pendek. BMKG mencatat, terdapat 56 lokasi dengan HTH pendek, 48 lokasi berkategori panjang, serta 13 lokasi HTH sangat panjang (60 hari lebih).
Kondisi tersebut, menunjukkan distribusi hujan belum merata di seluruh wilayah. Beberapa daerah bahkan telah mengalami periode kering yang cukup panjang.
"HTH kriteria pendek terjadi di 56 lokasi, kriteria panjang 48 lokasi. Serta 13 lokasi HTH sangat panjang lebih dari 60 hari," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Aris Yunatas dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Curah Hujan Diprediksi Tetap Rendah
BMKG memperkirakan, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara masih akan didominasi curah hujan rendah hingga awal September 2026. Peluang terjadinya kondisi tersebut diperkirakan mencapai 80 hingga 90 persen.
Meski demikian, curah hujan tertinggi pada Dasarian III Juli tercatat mencapai 298 milimeter di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Data itu menunjukkan hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi secara lokal.
BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan
Untuk periode 1–10 Agustus 2026, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi di Sulawesi Utara. Sebaliknya, lembaga tersebut menetapkan peringatan dini kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah.
Status Waspada diberlakukan untuk Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa. Sementara status Siaga mencakup:
• Kabupaten Bolaang Mongondow
• Bolaang Mongondow Timur
• Kota Bitung
• Kota Manado
• Kabupaten Minahasa
• Minahasa Selatan
• Minahasa Utara
• Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
BMKG menjelaskan, hasil pemantauan atmosfer dan kondisi laut menunjukkan El Nino masih berada pada intensitas kuat. Kondisi tersebut, ditandai dengan anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 yang mencapai sekitar +2,45 derajat.
Sementara itu, fenomena Dipole Mode Samudra Hindia (IOD) masih berada pada fase netral. Kombinasi kedua kondisi tersebut memengaruhi pola pembentukan awan dan curah hujan di Indonesia.
Angin Timur Dominan hingga Akhir Tahun
Pola angin di Indonesia saat ini didominasi angin timuran dan angin selatan yang bertiup lebih kuat dibandingkan kondisi normal. BMKG juga mencatat, adanya belokan angin di sekitar wilayah ekuator yang ikut memengaruhi dinamika cuaca.
Di sisi lain, suhu permukaan laut di sebagian besar perairan Indonesia masih berada pada kondisi normal hingga lebih dingin. BMKG memperkirakan, pola tersebut akan bertahan hingga November 2026 sebelum mulai menghangat pada Desember.
BMKG Imbau Masyarakat Waspada Musim Kemarau
BMKG mengimbau masyarakat agar mulai mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang telah masuk kategori waspada maupun siaga kekeringan. Pengelolaan sumber daya air dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran lahan menjadi langkah penting selama periode kering berlangsung.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Langkah tersebut diperlukan agar mitigasi terhadap dampak kekeringan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....