Karhutla Berulang di Lokasi Sama, Strategi Pencegahan Diminta Lebih Diperkuat
- 09 Agt 2026 09:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin meminta Kementerian Kehutanan untuk memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan pola mitigasi yang lebih efektif.
- Pemerintah perlu melakukan pemetaan kawasan rawan karhutla berdasarkan data kejadian kebakaran pada tahun-tahun sebelumnya untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi kritis.
- Langkah antisipasi dini harus dilakukan sebelum musim kemarau tiba agar dapat mencegah kebakaran meluas di kawasan yang berpotensi tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin meminta Kementerian Kehutanan memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menilai kejadian karhutla yang berulang di lokasi sama menunjukkan perlunya pola mitigasi yang lebih efektif.
Usman mengatakan pemerintah seharusnya dapat memetakan kawasan rawan karhutla berdasarkan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan pemetaan tersebut, langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas saat musim kemarau.
"Karhutla ini terjadi hampir setiap tahun dan bahkan di lokasi yang sama. Seharusnya Kementerian Kehutanan sudah memiliki langkah antisipasi sejak awal sehingga kebakaran bisa dicegah sebelum meluas," kata Usman dalam pernyataannya dikutip, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurutnya, pencegahan dini perlu menjadi prioritas dalam strategi penanganan karhutla. Penanganan setelah api meluas dinilai tidak cukup untuk menghentikan pola kebakaran yang terus berulang.
Usman meminta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan untuk memetakan kawasan rawan, meningkatkan patroli, serta menyiapkan langkah mitigasi sebelum puncak musim kemarau.
"Kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait harus diperkuat. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi," ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap daerah yang berulang kali menjadi titik rawan karhutla. Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan strategi penanganan yang lebih terarah dan mampu mencegah kebakaran kembali terjadi.
Sebelumnya, pemerintah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatra Selatan untuk menekan potensi karhutla selama musim kemarau. Operasi hujan buatan tersebut dimulai pada Selasa, 4 Agustus 2026 dan berlangsung hingga Senin, 10 Agustus 2026.
"Om mulai dilaksanakan sejak Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BNPB dan direncanakan berlangsung hingga 10 Agustus 2026," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto.
Usman juga mengapresiasi pelaksanaan OMC sebagai bagian dari upaya pemerintah mengendalikan potensi karhutla. Namun, ia menegaskan operasi tersebut seharusnya menjadi langkah pelengkap dalam kondisi darurat.
Strategi utama pemerintah,kata Usman, tetap harus diarahkan pada pencegahan. Dengan begitu, kebakaran hutan dan lahan tidak terus menjadi persoalan berulang setiap musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....