BBKSDA Riau Tangani Dugaan Konflik Beruang Madu di Pelalawan
- 08 Agt 2026 09:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat menangani dugaan konflik beruang madu
- Kandang tersebut digunakan untuk memantau keberadaan satwa
RRI.CO.ID, Jakarta – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat menangani dugaan konflik beruang madu. Yakni dengan seorang warga di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan kejadian. Tim membawa satu unit kandang jebak untuk mendukung upaya mitigasi konflik satwa liar.
“Setiap laporan konflik satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi,” kata Supartono, lewat keterangannya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
| Baca juga: BGN Buka 3 Jalur Pengaduan MBG |
Berdasarkan informasi dari pemerintah desa, korban diduga diserang seekor beruang madu saat berada di kebunnya. Satwa tersebut menyerang dari arah belakang, namun korban melakukan perlawanan hingga beruang melarikan diri.
Korban mengalami luka dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci. Tim BBKSDA Riau kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, dan pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab konflik.
Pihaknya juga menentukan langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa. Tim WRU bersama pemerintah desa dan aparat memasang kandang jebak di sekitar lokasi kejadian.
Kandang tersebut digunakan untuk memantau keberadaan satwa. Sekaligus mengantisipasi kemungkinan beruang kembali memasuki kawasan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan konflik satwa liar. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar langkah mitigasi dapat berjalan secara efektif,” ujar Supartono.
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kebun maupun kawasan yang berbatasan dengan habitat satwa liar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila menemukan keberadaan satwa liar sekitar permukiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....