BGN Siap Bahas Teknologi Pendeteksi Makanan Basi dengan BRIN

  • 08 Agt 2026 07:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BGN akan membahas teknologi pendeteksi makanan basi bersama BRIN untuk memperkuat keamanan pangan program MBG.
  • BRIN mengembangkan Food Guard berbasis AI yang menggunakan multisensor untuk mendeteksi gas pembusukan pada ompreng.
  • Teknologi BRIN mencakup seluruh rantai MBG, mulai dari pengolahan pangan, kemasan, deteksi halal, distribusi, hingga monitoring.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) akan membahas teknologi pendeteksi makanan basi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Teknologi tersebut diharapkan membantu memperkuat keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan pertemuan dengan BRIN akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia ingin melihat langsung teknologi pendeteksi makanan basi yang sebelumnya dipaparkan BRIN kepada Presiden Prabowo Subianto.

"BRIN itu tadinya mau saya panggil hari ini, tapi beliaunya ada yang pendeteksi basi di nasi, di apa kan ada yang ditunjukkan ke Presiden. Rencananya Senin apa Selasa kami minta untuk bisa dipaparkan kepada kami," ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Sebelumnya, BRIN menyatakan komitmennya untuk mendukung keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Salah satunya melalui pengembangan Food Guard, perangkat berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi gas pembusukan pada ompreng makanan.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan Food Guard menggunakan multisensor dan model kecerdasan buatan untuk mendeteksi gas pembusukan. Teknologi tersebut menjadi bagian dari pengembangan inovasi BRIN untuk mendukung seluruh rantai pelaksanaan program MBG.

"Salah satu contohnya adalah food guard. Perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multi-sensor dan model AI," ujar Arif.

BRIN juga mengembangkan berbagai teknologi pendukung program MBG, mulai dari pengolahan pangan hingga sistem pemantauan distribusi. Inovasi tersebut mencakup mesin pengolah, kemasan, deteksi halal, distribusi, serta sistem monitoring berbasis kecerdasan buatan.

Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Kolaborasi BGN dan BRIN juga diharapkan membantu mencegah makanan yang tidak layak konsumsi diterima penerima manfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....