BGN Aktifkan 114 Dapur MBG di Wilayah Prioritas Pekan Depan
- 08 Agt 2026 07:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN akan mengaktifkan 114 dapur MBG pekan depan di Papua, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Nias.
- Pengaktifan dapur diprioritaskan berdasarkan kebutuhan wilayah, terutama daerah dengan stunting tinggi dan kawasan 3T.
- Moratorium pembukaan dapur bersifat terbatas melalui sistem, sementara BGN mengingatkan masyarakat terhadap pihak yang meminta uang untuk aktivasi dapur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengaktifkan 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru pekan depan. Pengaktifan tersebut menyasar wilayah dengan kebutuhan gizi tinggi serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan sekitar 114 titik dapur telah siap diaktifkan. Dapur tersebut tersebar di Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Nias.
"Jadi di minggu depan, kami ingin merilis kira-kira lebih dari 100 titik yang tersebar di Papua, di NTT, Maluku, Maluku Utara, dan khususnya di situ, dan Nias kalau tidak salah," katanya dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jumat, 7 Agustus 2026.
Sudaryono menjelaskan pengaktifan dapur dilakukan secara selektif berdasarkan kebutuhan setiap wilayah. Dari sekitar 13 ribu titik yang telah masuk sistem, BGN akan menyisir lokasi yang menjadi prioritas layanan.
Saat ini terdapat sekitar 1.700 titik yang berada di wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi. Selain itu, kawasan 3T menjadi prioritas dalam pengaktifan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi bukan berarti 13 ribu dapur besok nyala semua, bukan. Tapi kami prioritaskan pada titik-titik di mana sangat dibutuhkan karena stunting-nya tinggi dan stunting-nya sangat tinggi dan 3T," katanya.
Dapur yang telah beroperasi akan tetap menjalankan layanan sembari BGN menambah titik baru di wilayah prioritas. Kebijakan tersebut membuat perluasan layanan dilakukan bertahap sesuai kebutuhan daerah.
Terkait moratorium pembukaan dapur baru, Sudaryono menjelaskan kebijakan tersebut diterapkan secara terbatas melalui sistem. Menurutnya, pembukaan titik baru tetap dimungkinkan apabila wilayah tersebut dinilai membutuhkan layanan.
"Kalau dibilang moratorium, jadi gini, saya ulangi ya, moratoriumnya itu terbatas by system. Kita buka sesuai kebutuhan," katanya.
Sudaryono menegaskan penentuan lokasi dapur dilakukan berdasarkan sistem BGN. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak yang menawarkan bantuan aktivasi dapur dengan meminta sejumlah uang.
"Penentuan titiknya by system. Saya yang tentukan," ujarnya.
Ia meminta masyarakat melaporkan kepada kepolisian jika menemukan pihak yang mengatasnamakan dirinya atau BGN. Terlebih, apabila pihak tersebut meminta uang dengan menjanjikan percepatan aktivasi dapur MBG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....