BGN Tegaskan Zero Tolerance Kasus Keracunan Program MBG
- 08 Agt 2026 06:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Setiap kasus keracunan ditindaklanjuti dengan penghentian sementara operasional dapur, investigasi, dan evaluasi petugas.
- BGN memperkuat tata kelola bersama Kementerian Kesehatan dan para ahli untuk mewujudkan target nol kasus keracunan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola, evaluasi menyeluruh, serta penegakan sanksi bagi dapur penyelenggara yang terbukti lalai.
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan sejak awal pihaknya berkomitmen mencegah terjadinya keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG. Meski demikian, BGN mengakui masih terdapat sejumlah kasus yang terjadi di beberapa daerah, seperti Semarang dan Jayapura.
"Kami berkomitmen untuk zero tolerance terhadap keracunan. Sejak pertama kali dilantik, kami sudah menyatakan akan berusaha keras menata tata kelola dan bagaimana caranya supaya tidak ada keracunan," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurutnya, setiap laporan dugaan keracunan langsung ditindaklanjuti dengan menghentikan sementara operasional dapur terkait. BGN juga mengirim tim investigasi untuk mencari penyebab kejadian sekaligus memeriksa sampel makanan bersama dinas kesehatan setempat.
Sudaryono menjelaskan kepala dapur yang terbukti lalai akan dinonaktifkan untuk menjalani evaluasi. Apabila pelanggaran serupa kembali terjadi, BGN akan mengusulkan pemberhentian yang bersangkutan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Selain penegakan sanksi, BGN juga memperkuat sistem pencegahan melalui penyempurnaan tata kelola. Langkah tersebut dilakukan bersama Kementerian Kesehatan, pakar keamanan pangan, serta pelaku industri katering untuk menyusun standar operasional yang lebih ketat.
BGN juga tengah menyusun berbagai petunjuk teknis terkait keamanan pangan, mulai dari proses memasak, penyimpanan, distribusi, hingga sistem pengawasan berbasis teknologi informasi. Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko keracunan di seluruh dapur MBG.
Sudaryono menegaskan target utama BGN bukan sekadar menurunkan jumlah kasus, melainkan mewujudkan nol kasus keracunan di seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak kasus keracunan serta memastikan perbaikan tata kelola terus dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....