Temukan 6 Juta Penerima MBG Ganda, BGN Percepat Sinkronisasi Lintas Kementerian
- 07 Agt 2026 00:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan pihaknya menemukan sekitar 6 juta data ganda calon siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Temuan tersebut kini tengah dibersihkan melalui proses sinkronisasi data lintas kementerian agar setiap penerima manfaat hanya tercatat satu kali.
- Sudaryono mengatakan proses pemutakhiran data secepatnya dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
RRI.CO.I, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan pihaknya menemukan sekitar 6 juta data ganda calon siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut kini tengah dibersihkan melalui proses sinkronisasi data lintas kementerian agar setiap penerima manfaat hanya tercatat satu kali.
"Jumlahnya ada sekitar ya 6 juta (data siswa yang ganda) berapa gitu. Kita sisir (ulang)," kata Sudaryono usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis 6 Agustus 2026.
Sudaryono menjelaskan, data ganda muncul karena satu orang dapat tercatat dalam lebih dari satu basis data kementerian. Salah satu contohnya adalah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang juga terdaftar sebagai santri di pondok pesantren.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat satu orang berpotensi dihitung lebih dari satu kali sebagai calon penerima manfaat MBG. Sehingga diperlukan pemadanan data.
"Misalnya ada anak didata di MTs, tapi dia juga adalah santri pondok pesantren, atau dia SMP di dalam pondok, dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren. Nah, itu ada yang ganda, kita rapikan itu semua," ujarnya.
Ia mengatakan proses pemutakhiran data secepatnya dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Rapat koordinasi yang digelar bertujuan memastikan seluruh sistem data saling terhubung sehingga identitas penerima manfaat dapat diverifikasi secara lebih akurat.
Sinkronisasi tersebut melibatkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama. Lalu, Kementerian Kesehatan, serta Badan Gizi Nasional.
"Rapat hari ini memastikan semua sistem data dari banyak kementerian, baik itu Kemendikdasmen, Kementerian Kependudukan dan BKKBN. Lemudian Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan BGN, datanya itu saling ngobrol sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya, jadi tidak ada double identitas," kata Sudaryono.
Dalam rapat tersebut juga dipaparkan hasil validasi terbaru yang menunjukkan sebanyak 4.864.467 data peserta didik berhasil dieliminasi karena teridentifikasi sebagai data ganda (double counting). Selain itu, 845.660 data guru dan tenaga kependidikan (GTK) juga dibersihkan dari basis data penerima manfaat.
Setelah proses validasi selesai, jumlah penerima manfaat MBG yang dinyatakan valid mencapai 42.847.940 siswa serta 3.351.568 guru dan tenaga kependidikan. Sebelum proses validasi dilakukan, data calon penerima manfaat mencakup 36.641.241 siswa di bawah Kemendikdasmen dan 6.206.699 siswa di bawah Kementerian Agama.
Sementara itu, data guru dan tenaga kependidikan berasal dari 2.865.209 orang di lingkungan Kemendikdasmen dan 486.359 orang di bawah Kementerian Agama. Pemerintah berharap proses sinkronisasi ini dapat memastikan penyaluran program MBG berlangsung lebih tepat sasaran, akurat, dan menghindari penerima manfaat ganda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....