Menbud Pastikan Penulisan Ulang Sejarah Terbit Agustus 2026
- 05 Agt 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penulisan ulang sejarah Indonesia ditargetkan terbit pada Agustus 2026, sementara proses penyusunan naskah telah selesai dan memasuki tahap finalisasi.
- Kementerian Kebudayaan masih menyelesaikan seleksi foto-foto asli beserta aspek hak kekayaan intelektual (IP), sedangkan proses layout buku hampir rampung.
- Buku sejarah akan diterbitkan dalam 11 jilid dengan total 7.958 halaman, sebagai upaya memperkuat literasi sejarah, karakter, dan identitas bangsa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon memastikan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia tetap ditargetkan terbit pada Agustus 2026. Saat ini, proses penyusunan naskah telah rampung dan memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum resmi dipublikasikan kepada masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian buku kini berfokus pada pemilihan foto-foto asli yang akan melengkapi isi publikasi tersebut secara menyeluruh. Pemerintah juga memastikan seluruh materi visual memenuhi aspek keaslian serta ketentuan hak kekayaan intelektual sebelum diterbitkan.
"Mengenai buku itu, kan udah selesai sebetulnya. Tapi ternyata masih ada kendala terutama foto. Jadi, saya ikuti terus karena saya targetkan pada bulan Agustus ini," katanya saat menghadiri Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan proses seleksi dilakukan dengan melibatkan berbagai sumber dokumentasi, termasuk koleksi dari ANTARA, IPOS, dan arsip lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar setiap foto yang dimuat memiliki nilai historis sekaligus legalitas penggunaan yang jelas.
Ia menambahkan, proses penataan desain dan tata letak buku juga hampir selesai sehingga penerbitan tetap diarahkan sesuai target pemerintah. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) optimistis seluruh tahapan dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar buku segera diluncurkan kepada publik.
"Ada sejumlah foto yang masih belum didapatkan, terutama foto-foto yang orisinil dan juga ini terkait IP-nya. Jadi masih terkendala di sedikit di foto dan layout-nya sudah berjalan, udah mungkin hampir selesai," ujarnya.
Pemerintah berharap kehadiran buku penulisan ulang sejarah mampu menjadi rujukan baru yang lebih lengkap bagi masyarakat luas dan kalangan akademisi. Publikasi tersebut juga diharapkan memperkuat literasi sejarah nasional melalui penyajian informasi yang akurat, kredibel, dan mudah dipahami.
Di sisi lain, penerbitan buku sejarah Indonesia merupakan bagian dari instrumen pembentukan karakter dan indentitas bangsa. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan.
"Penerbitan buku ini merupakan bagian integral dari upaya pemajuan kebudayaan nasional. Penyusunan buku ini menghasilkan 7.958 halaman dalam 11 jilid," ujarnya kepada wartawan usai peluncuran buku 'Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global', Plaza Insan Berprestasi, Kemendikdasmen, Minggu, 14 Desember 2025 lalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....