Pemerintah Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Informasi Hoaks di Media Sosial
- 05 Agt 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan situasi nasional tetap aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
- Masyarakat diminta tidak terpengaruh hoaks, disinformasi, maupun narasi kebencian di media sosial.
- TNI, Polri, BIN, dan Kejaksaan Agung terus berkoordinasi menjaga stabilitas keamanan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengimbau masyarakat tidak terpengaruh hoaks, disinformasi, dan narasi kebencian di media sosial. Menko Polkam Djamari Chaniago, dalam hal ini memastikan, situasi nasional tetap berjalan aman, kondusif, dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
Menurut Djamari, berbagai informasi yang beredar belakangan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, pemerintah bersama aparat memastikan seluruh perkembangan tersebut telah ditangani secara serius.
“Berita di media sosial menimbulkan gangguan dan kekhawatiran masyarakat. Kami meminta masyarakat tidak terpengaruh karena semuanya sedang ditangani,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Djamari menilai, gambaran situasi di media sosial berbeda dari kenyataan yang ditemukan pemerintah. Menurutnya, kehidupan masyarakat di Jakarta, kota lain, dan berbagai daerah tetap berlangsung seperti biasa.
“Jakarta dan daerah lain berjalan seperti biasa. Situasinya tidak seperti narasi yang menimbulkan kekhawatiran,” katanya.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan masyarakat semakin mampu menyaring informasi bohong yang beredar melalui ruang digital. Meski demikian, pemerintah tetap meminta warga memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, Badan Intelijen Negara, dan Kejaksaan Agung. Koordinasi tersebut diarahkan menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah penyebaran narasi yang memicu keresahan.
“Kami tidak lengah dan tetap memperhatikan perkembangan. Kehadiran seluruh unsur memastikan kondisi tetap menguntungkan masyarakat,” kata Djamari.
Selain menjaga keamanan, pemerintah mendorong masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Langkah itu dinilai penting agar ruang digital tidak menjadi sumber kepanikan maupun perpecahan.
Situasi kondusif di berbagai daerah diharapkan terus terjaga melalui kewaspadaan bersama. Masyarakat juga diminta mengutamakan informasi resmi sebelum mempercayai atau menyebarkan setiap kabar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....