IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Jeda Siang di Level 6.363

  • 05 Agt 2026 12:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sepanjang sesi I, IHSG bergerak dalam rentang 6.316,10 hingga 6.367,82 dengan pembukaan di level 6.338,59.
  • IHSG menguat 43,40 poin atau 0,69 persen pada sesi perdagangan pertama Rabu, 5 Agustus 2026, mencapai level 6.363,01.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau hingga jeda siang perdagangan Rabu 5 Agustus 2026. Pada sesi pertama ini, IHSG menguat 43,40 poin atau 0,69 persen ke level 6.363,01.

Sebelumnya indeks dibuka pada level 6.338,59. Sepanjang sesi pertama ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.367,82 dan terendah 6.316,10.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,88 triliun dengan volume perdagangan 20,66 miliar saham. Sebanyak 436 saham naik, 179 saham turun, dan 172 saham lainnya stagnan.

Penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan positif mayoritas bursa saham global. Meski begitu, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen domestik yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi di tengah kehati-hatian investor. Pasalnya, Indonesia kembali mencatat defisit neraca perdagangan pada Juni 2026, dipicu lonjakan impor minyak mentah.

Pelaku pasar juga menunggu rilis produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2026 yang dijadwalkan pada Rabu 5 Agustus 2026. Pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama diperkirakan melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang tumbuh 5,6 persen secara tahunan.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah dinilai masih relatif terbatas. Kondisi tersebut ditopang inflasi Juli 2026 yang naik menjadi 2,88 persen, level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Tim Pilarmas menambahkan perhatian pasar tertuju pada proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia yang baru. Hal ini menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Menurut Tim, ruang penguatan IHSG masih terbuka meski pergerakannya diperkirakan terbatas. “Berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance antara 6.130-6.260,” katanya.

Sementara itu, sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang penguatan IHSG pada sesi pertama perdagangan. Saham sektor perbankan dan komoditas masih mendominasi transaksi, dengan BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, dan AMMN yang paling aktif diperdagangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....