Qodari: Pemerintah Ingin Perayaan HUT ke-81 RI Lebih Dekat di Hati Rakyat
- 04 Agt 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyiapkan perayaan HUT ke-81 RI yang partisipatif, inklusif, dan dekat dengan masyarakat.
- Puncak peringatan berlangsung pada 17 Agustus 2026 dengan sekitar 8.100 peserta masyarakat.
- Pesta Rakyat menghadirkan hiburan, perlombaan, pertunjukan seni, dan ratusan ribu porsi makanan gratis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai perayaan partisipatif, inklusif, dan dekat dengan masyarakat. Rangkaian kegiatan dirancang agar seluruh lapisan rakyat dapat menikmati suasana Bulan Kemerdekaan bersama.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan pembangunan harus dirasakan masyarakat secara luas dan merata. Menurutnya, peringatan tahun ini diharapkan berbeda serta semakin dekat di hati rakyat.
“Kita ingin memastikan hasil setiap keringat pembangunan tidak hanya dinikmati segelintir orang. Manfaatnya harus dirasakan nyata, luas, dan merata,” ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” sebagai arah bersama bangsa. Tema tersebut mengajak seluruh elemen mewujudkan cita-cita pendiri bangsa melalui kerja keras dan kolaborasi.
“Mari jadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai pijakan kuat merajut kembali gotong royong. Kita harus optimistis melanjutkan pembangunan negeri,” katanya.
Semangat kebersamaan juga tercermin melalui pelibatan masyarakat dalam pemilihan logo resmi peringatan kemerdekaan. Partisipasi publik diharapkan memperkuat rasa memiliki terhadap seluruh rangkaian Bulan Kemerdekaan.
Rangkaian kegiatan diawali Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Agenda berikutnya mencakup penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan sepanjang Agustus.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden juga akan menyampaikan Rancangan APBN 2027 beserta Nota Keuangan di hadapan DPR RI.
Sehari berikutnya, pemerintah menggelar Ziarah Nasional, Apel Kehormatan, dan Renungan Suci. Rangkaian tersebut menjadi penghormatan kepada pejuang kemerdekaan dan para pahlawan bangsa.
Puncak peringatan berlangsung Senin, 17 Agustus 2026, melalui upacara Detik-Detik Proklamasi dan penurunan bendera. Presiden Prabowo dijadwalkan menjadi inspektur upacara dengan sekitar 8.100 peserta masyarakat.
“Presiden Prabowo akan bertindak sebagai inspektur upacara. Masyarakat juga akan diundang dengan sekitar 8.100 peserta,” ucapnya.
Selain upacara, pemerintah menyiapkan Pesta Rakyat di kawasan Monumen Nasional dan Bundaran Hotel Indonesia. Agenda meliputi hiburan, perlombaan tradisional, pertunjukan seni, serta pembagian ratusan ribu porsi makanan gratis.
Rangkaian Bulan Kemerdekaan akan ditutup melalui Merdeka Run yang terbuka gratis bagi masyarakat. Acara tersebut diharapkan mendorong kreativitas generasi muda dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pemerintah berharap seluruh agenda memperkuat kepedulian, gotong royong, dan semangat melanjutkan pembangunan nasional. Perayaan juga diarahkan menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....