Bakom: Program Jembatan Garuda Pangkas Waktu Tempuh hingga 50 Menit
- 29 Jul 2026 17:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Jembatan Garuda telah memberi manfaat bagi sekitar 4,25 juta penduduk di 7.371 desa dan kelurahan.
- Kehadiran jembatan memangkas waktu tempuh masyarakat hingga 45–50 menit serta memperlancar akses pendidikan dan kesehatan.
- Biaya logistik hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan turun sekitar 30–50 persen sehingga mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Jembatan Garuda dinilai membawa dampak nyata bagi masyarakat di berbagai daerah terpencil. Kehadiran infrastruktur tersebut memangkas waktu tempuh hingga 50 menit sekaligus meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, mengatakan manfaat program telah dirasakan masyarakat. Hingga 28 Juli 2026, Jembatan Garuda telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan penerima manfaat mencapai 4.252.500 jiwa.
"Program ini turut mempermudah akses menuju 8.505 sekolah dan 4.250 fasilitas kesehatan serta menghubungkan 4.360 fasilitas ekonomi seperti pasar. Secara rata-rata, waktu tempuh masyarakat pada titik-titik yang telah tersambung jembatan berkurang antara 45 hingga 50 menit, ujar Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan, anak-anak kini tidak lagi harus menyeberangi sungai atau menggunakan jalur berbahaya untuk bersekolah. Selain itu, ambulans juga lebih mudah menjangkau wilayah terpencil sehingga pelayanan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat.
Dari sisi ekonomi, biaya distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan turun sekitar 30 hingga 50 persen. Waktu pengiriman hasil panen yang lebih singkat juga membantu menjaga kualitas komoditas sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Kini petani dapat mengangkut hasil panen dengan lebih mudah dan dalam volume yang lebih banyak. Waktu tempuh menuju pasar yang sebelumnya bisa mencapai berjam-jam, kini hanya dalam hitungan menit," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah juga menyiapkan mekanisme pemeliharaan dan pelaporan kerusakan secara berjenjang agar seluruh jembatan tetap aman digunakan. Program tersebut diharapkan terus memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui pengembangan desa kreatif dan creative hub. Program tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi di berbagai daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan kepada pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, pendampingan dilakukan secara menyeluruh agar usaha kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Tiga program quick win kami adalah aktivasi desa kreatif, aktivasi creative hub, dan Creative by Indonesia. Desa kreatif bukan hanya pelatihan, tetapi juga pendampingan secara menyeluruh," ujarnya.
Selain desa kreatif, pemerintah akan mengoptimalkan fungsi creative hub yang telah dibangun di berbagai daerah. Program Creative by Indonesia juga disiapkan untuk memperkuat promosi produk kreatif nasional agar mampu menembus pasar internasional.
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur yang diiringi penguatan ekosistem ekonomi kreatif mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi kedua program tersebut juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....