Indonesia-Tunisia Perkuat Diplomasi lewat Produksi Film Sejarah

  • 30 Jul 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Tunisia menjajaki produksi film bersama sebagai langkah memperkuat diplomasi budaya dan memperluas kolaborasi industri kreatif kedua negara.
  • Menbud Fadli menyebut dokumenter kolaborasi Indonesia-Tunisia menjadi pintu masuk pengembangan proyek film bersama dengan dukungan dana abadi dan matching fund.
  • Tunisia berharap produksi dokumenter sejarah pertama bersama Indonesia membuka peluang pertukaran sineas, festival film, dan mempererat pemahaman kedua negara melalui budaya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Tunisia memperkuat diplomasi budaya melalui rencana produksi film bersama yang mengangkat sejarah persahabatan kedua negara. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama yang diperluas ke pertukaran sineas, musik film, serta festival internasional.

Rencana tersebut dibahas oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon bersama Duta Besar Tunisia, Mohamed Trabelsi, dan delegasi perfilman Tunisia. Keduanya bertemu di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Juli 2026.

"Budaya adalah jembatan untuk diplomasi dan merupakan bagian dari soft power. Kami berharap melalui kebudayaan, hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Tunisia semakin kuat," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 30 Juli 2026.

Kerja sama diawali melalui produksi film dokumenter hasil kolaborasi Kedutaan Besar Tunisia, Produksi Film Negara (PFN), dan TVRI. Dokumenter tersebut mengisahkan perjalanan seorang pelukis Tunisia yang memiliki ikatan sejarah dengan Indonesia serta semangat Konferensi Asia-Afrika.

Ia menjelaskan, bahwa produksi dokumenter tersebut dapat menjadi pintu masuk menuju proyek film bersama yang lebih luas. Kementerian Kebudayaan memiliki sejumlah skema dukungan yang bisa dijajaki, termasuk dana abadi dan matching fund.

Kolaborasi juga diarahkan pada pelibatan musisi dari kedua negara untuk memperkuat unsur musik dalam film. Selain itu, Indonesia membuka peluang sineas Tunisia untuk tampil dalam forum perfilman nasional, termasuk Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

Duta Besar Tunisia untuk Indonesia, Mohamed Trabelsi menyampaikan dokumenter tersebut menjadi tonggak baru hubungan budaya antara kedua negara. Menurutnya, film memiliki kekuatan menjangkau masyarakat lebih luas dibandingkan diplomasi melalui pertemuan resmi.

"Ini pertama kalinya ada produksi bersama yang bersifat historis antara Indonesia dan Tunisia. Kami berharap dokumenter ini membuka lebih banyak perspektif dan pemahaman mengenai kedua negara," ucapnya.

Selain memperkenalkan tokoh utama dalam cerita, dokumenter tersebut akan merekam jejak hubungan sejarah dan pertukaran budaya Indonesia-Tunisia. Kedua negara berharap film dapat menjangkau masyarakat lebih luas dibandingkan diplomasi melalui pertemuan formal.

Ke depannya, kerja sama ini juga membuka peluang pertukaran pelaku seni. Khususnya bagi mereka yang berpartisipasi dalam festival film, dan pengembangan proyek kreatif lintas negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....