KNIU Beralih ke Kemenbud, Mendikdasmen Sebut Diplomasi Indonesia Akan Makin Kuat
- 06 Jul 2026 15:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen resmi menyerahkan pengelolaan KNIU kepada Kementerian Kebudayaan sesuai Perpres Nomor 31 Tahun 2026.
- Mendikdasmen, Abdul Mu'ti menegaskan pengalihan KNIU merupakan estafet pengabdian untuk memperkuat diplomasi Indonesia di UNESCO.
- Indonesia memiliki berbagai capaian di UNESCO, mulai dari pengakuan Bahasa Indonesia, warisan budaya, geopark, hingga keanggotaan di badan-badan UNESCO.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyelenggaraan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) resmi dialihkan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kepada Kementerian Kebudayaan. Pengalihan tersebut menjadi tindak lanjut amanat Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2026 tentang Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan KNIU telah menjadi penghubung strategis antara Indonesia dan UNESCO. Melalui komisi tersebut, kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, komunikasi, dan informasi terus berkembang.
“Melalui KNIU berbagai gagasan, pengalaman, dan praktik baik Indonesia dapat diperkenalkan kepada masyarakat dunia. Sebaliknya, berbagai perkembangan pemikiran global sudah dapat diadaptasi untuk memperkuat pembangunan nasional,” kata Mu’ti di Gedung Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Menurutnya, hubungan Indonesia dengan UNESCO telah menghasilkan banyak capaian penting. Salah satunya adalah pengakuan terhadap Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada 2023.
Di bidang pendidikan, Indonesia juga pernah menerima penghargaan Avicenna Medal pada 1993 atas keberhasilan memperluas akses pendidikan. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai program pendidikan nasional, termasuk wajib belajar dan pemberantasan buta aksara.
“UNESCO menganugerahkan Avicenna Medal kepada Presiden Soeharto pada tahun 1993. Sebagai bentuk pengakuan tertinggi atas keberhasilan Indonesia memperluas akses pendidikan,” ujarnya.
Sementara di bidang kebudayaan, Indonesia telah mencatatkan enam warisan budaya dunia dan 16 warisan budaya takbenda UNESCO. Selain itu, tujuh kota di Indonesia kini tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network.
Pada bidang ilmu pengetahuan, Indonesia memiliki empat warisan alam dunia, 12 UNESCO Global Geopark, serta 21 Cagar Biosfer UNESCO. “Seperti Taman Nasional Wakatobi yang menunjukkan kekayaan alam sekaligus komitmen bangsa terhadap pelestarian lingkungan,” ucapnya.
Di sektor komunikasi dan informasi, Indonesia juga telah menginskripsikan 16 Memory of the World UNESCO. Salah satunya adalah arsip surat-surat R.A. Kartini yang diakui memiliki nilai penting bagi sejarah peradaban dunia.
Ia menambahkan, Indonesia juga telah sembilan kali dipercaya menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO. Terbaru, pada Juni 2026 Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026–2030.

Ia menegaskan pengalihan pengelolaan KNIU bukan sekadar perpindahan administrasi kelembagaan. Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga kesinambungan semangat untuk memperkuat kontribusi Indonesia.
“Kami meyakini bahwa pengalihan penyelenggaraan ini bukanlah perpindahan tanggung jawab semata. Melainkan estafet pengabdian yang berpindah hanyalah tata kelola administrasinya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kemendikdasmen menyerahkan seluruh arsip, dokumen, dan administrasi kelembagaan KNIU kepada Kemenbud. Mu'ti optimistis, di bawah kepemimpinan Menbud Fadli Zon komisi tersebut akan semakin adaptif dan mampu memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global.
Ia juga menegaskan Kemendikdasmen tetap akan mendukung berbagai program UNESCO, khususnya pada sektor pendidikan. Menurutnya, sinergi antarkementerian menjadi kunci agar Indonesia semakin hadir, didengar, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia melalui UNESCO.
“Dengan semangat kolaborasi, kita berharap KNIU akan terus menjadi jembatan yang memperkuat persahabatan antarabangsa. Memajukan kepentingan nasional, sekaligus menghadirkan kontribusi Indonesia bagi perdamaian dan kemajuan umat manusia,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....