Kemenbud Gelar Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026
- 09 Jul 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenbud luncurkan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 untuk mendorong lahirnya film bertema perjuangan kemerdekaan periode 1945–1950 sebagai media edukasi sejarah.
- Program dibuka melalui sayembara dalam dua kategori, Film Panjang dan Film Pendek, dengan pendampingan sejarawan serta budayawan bagi sineas yang mengusung gagasan berbasis riset.
- Pendaftaran berlangsung 10 Juli–10 Agustus 2026 melalui laman filmkepahlawanan.id, dengan pengembangan proyek melibatkan kolaborasi insan perfilman, akademisi, arsiparis, dan praktisi budaya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar sayembara Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026. Program ini mendorong lahirnya karya-karya sinema yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945-1950.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan program ini bertujuan mengedukasi masyarakat terutama generasi muda tentang sejarah dan kepahlawanan bangsa. Tidak hanya figur sentral, tapi tokoh lain yang berjuang secara fisik dan diplomasi.
"Kita buka sebagai sayembara dan kita harapkan diikuti oleh banyak sineas kita. Tadi sudah ada sejarawan yang juga akan menjadi konsultan dan juga juri yang berpengalaman," katanya dalam peluncuran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026, Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan, program ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan kembali narasi kepahlawanan Indonesia melalui medium yang dekat masyarakat. Melalui film, kata dia, sejarah diharapkan tidak hanya dipahami sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi juga refleksi kebangsaan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program ini dibuka dalam dua kategori, yaitu Film Panjang dan Film Pendek. Dalam kategori Film Panjang memiliki durasi minimal 75 menit, sedangkan Film Pendek memiliki durasi 15-30 menit.
"Keduanya ditujukan bagi sineas Indonesia yang memiliki gagasan orisinal berbasis riset narasi kepahlawanan. Sebenarnya ada banyak juga dari pada sineas yang sudah membuat berbagai rancangan narasi, jadi tidak dari awal sekali," ucapnya.
Ia menambahkan, bahwa kategori film panjang peserta diberikan keleluasaan dalam mengeksplorasi berbagai tokoh. Yakni pada peristiwa maupun dinamika sosial pada masa perjuangan kemerdekaan melalui berbagai genre.
Sementara itu, kategori film pendek berfokus pada sejumlah peristiwa sejarah yang telah ditetapkan sebagai titik awal pengembangan cerita. Di antaranya, Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya 10 November, Agresi Militer Belanda, hingga Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Program ini akan memberikan pendampingan menyeluruh mulai dari penyempurnaan skenario dan konsultasi bersama sejarawan dan budayawan. "Program ini terbuka bagi rumah produksi, perusahaan perfilman, komunitas film, serta sineas Indonesia," ujarnya.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenbud, Irini Dewi Wanti mengatakan program tersebut menjadi ikhtiar menghadirkan peristiwa sejarah Indonesia. Program itu memanfaatkan medium film yang relevan dengan perkembangan zaman agar semakin mudah dipahami masyarakat dari berbagai kalangan.
"Program ini tidak hanya menjadi fasilitasi produksi film, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut melibatkan insan perfilman, sejarawan, akademisi, arsiparis, penulis skenario, produser, sutradara, serta praktisi perfilman lainnya secara bersama," ucapnya.
Untuk diketahui, pembukaan sayembara dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2026 hingga 10 Agustus 2026 melalui laman filmkepahlawanan.id. Proposal terpilih akan diumumkan pada Agustus 2026 hingga kemudian mengikuti tahap pengembangan pada bulan Agustus–September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....