Jembatan Garuda Rampung 49,9 Persen, Hubungkan 7.371 Desa
- 29 Jul 2026 16:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Jembatan Garuda telah mencapai progres pembangunan 49,9 persen atau 1.416 dari target 2.838 jembatan.
- Infrastruktur tersebut telah menghubungkan 7.371 desa dan kelurahan serta memberi manfaat bagi sekitar 4,25 juta penduduk.
- Kehadiran jembatan memangkas waktu tempuh hingga 50 menit dan menurunkan biaya logistik masyarakat sekitar 30–50 persen.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Jembatan Garuda telah mencapai progres pembangunan sebesar 49,9 persen hingga 28 Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas wilayah terpencil, terisolasi, dan terdampak bencana.
Pembangunan Jembatan Garuda merupakan tindak lanjut pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Jembatan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menyasar daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi dan pelayanan dasar.
"Kalau diakumulasikan total titiknya ada 2.838. Selesai dikerjakan 1.416, dengan tingkat presentasi selesai 49,9 persen," ujar Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Kurnia menyebut, pembangunan tersebut tersebar di 38 provinsi. Ia menambahkan, sebanyak 1.422 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Kurnia menjelaskan, program tersebut telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 4.252.500 jiwa. Kehadiran jembatan juga memperlancar akses menuju 8.505 sekolah, 4.250 fasilitas kesehatan, dan 4.360 pusat kegiatan ekonomi.
Kurnia menjelaskan, pembangunan jembatan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Waktu tempuh di sejumlah wilayah berkurang sekitar 45 hingga 50 menit sehingga mobilitas warga menjadi lebih efisien.
Selain itu, biaya distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan juga turun sekitar 30 hingga 50 persen. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus pendapatan masyarakat.
Menurutnya, pendanaan program mayoritas berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pelaksanaannya melibatkan TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
"Kami juga menyiapkan mekanisme pelaporan berjenjang apabila masyarakat menemukan kerusakan. Laporan dapat disampaikan kepada kepala desa, lurah, Babinsa, atau perangkat desa setempat untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur," ujar Kurnia.
Ia mengatakan Program Jembatan Garuda menjadi wujud sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam mempercepat pemerataan infrastruktur. Program tersebut diharapkan semakin membuka akses pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui pengembangan desa kreatif dan creative hub. Program tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi di berbagai daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan kepada pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, pendampingan dilakukan secara menyeluruh agar usaha kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Tiga program quick win kami adalah aktivasi desa kreatif, aktivasi creative hub, dan Creative by Indonesia. Desa kreatif bukan hanya pelatihan, tetapi juga pendampingan secara menyeluruh," ujarnya.
Selain desa kreatif, pemerintah akan mengoptimalkan fungsi creative hub yang telah dibangun di berbagai daerah. Program Creative by Indonesia juga disiapkan untuk memperkuat promosi produk kreatif nasional agar mampu menembus pasar internasional.
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur yang diiringi penguatan ekosistem ekonomi kreatif mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi kedua program tersebut juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....