Bakom: Kebijakan Presidan Prabowo Perkuat Kesejahteraan Petani

  • 30 Jun 2026 09:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memperkuat kesejahteraan petani melalui berbagai kebijakan di sektor pertanian
  • Presiden Prabowo menegaskan dukungan kepada petani saat menghadiri PENAS Petani Nelayan ke-17 di Gorontalo
  • Kuota pupuk bersubsidi ditingkatkan menjadi 9,5 juta ton disertai penyederhanaan distribusi dan penurunan harga
  • Pemerintah mempercepat modernisasi pertanian dengan pengadaan 38.969 unit alsintan pada 2026
  • HPP gabah Rp6.500 per kilogram dan NTP Mei 2026 sebesar 127,73 disebut mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan pemerintah terus memperkuat keberpihakan kepada petani melalui berbagai kebijakan. Langkah itu dinilai meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Qodari, komitmen Presiden Prabowo Subianto kembali ditegaskan saat menghadiri Pekan Nasional Petani Nelayan ke-17 di Gorontalo. Kehadiran Presiden disebut menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian.

"Pada 24 Juni 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-17 di Kabupaten Gorontalo. Kehadiran Presiden dalam acara tersebut menjadi penegasan komitmen dan keberpihakan pemerintah kepada petani yang selama ini menjadi tulang punggung negara dalam mencapai kedaulatan pangan nasional," kata Qodari dalam keterangannya, Senin 29 Juni 2026.

Qodari menjelaskan pemerintah menggandakan kuota pupuk bersubsidi menjadi 9,5 juta ton dan menyederhanakan distribusinya. Pemerintah juga menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen serta kembali menyalurkan pupuk subsidi bagi sektor perikanan.

"Di era kepemimpinan Presiden Prabowo, bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani telah ditunjukkan lewat berbagai kebijakan. Untuk menjamin pupuk subsidi selalu tersedia dalam jumlah cukup dan tepat waktu, pemerintah menambah kuantum pupuk subsidi hingga dua kali lipat menjadi 9,5 juta ton dan memangkas rantai birokrasi," ucapnya.

Selain itu, pemerintah mempercepat modernisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian. Kementerian Pertanian menyiapkan sekitar 38.969 unit alsintan pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp4,19 triliun.

Pemerintah juga menaikkan Harga Pembelian Pemerintah gabah menjadi Rp6.500 per kilogram tanpa rafaksi. Kebijakan tersebut menjaga harga gabah tetap menguntungkan bagi petani.

"Keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian ini pun telah membuahkan hasil manis dengan menguatnya ketahanan pangan nasional. Seiring dengan hal itu, kehidupan petani juga semakin sejahtera. Menurut data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73. Ini adalah angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir, yang berarti ekonomi dan daya beli para petani kini semakin membaik," kata Qodari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....