Para Uskup Asia Kagumi Istiqlal, Simbol Persaudaraan dan Dialog Kemanusiaan
- 26 Jul 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sidang Pleno Ke-12 FABC ditutup dengan kunjungan simbolis 154 delegasi ke Masjid Istiqlal sebagai representasi persaudaraan lintas agama.
- Menteri Agama Nasaruddin Umar memandu delegasi yang terdiri atas 102 kardinal dan uskup berkeliling Masjid Istiqlal dan melalui Terowongan Silaturahim menuju Gereja Katedral.
- Kunjungan ini menunjukkan toleransi Indonesia dan komitmen terhadap harmoni lintas agama kepada dunia internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penutupan Sidang Pleno Ke-12 Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) diakhiri dengan kunjungan para kardinal dan uskup ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Kunjungan tersebut menjadi simbol kuat persaudaraan lintas agama sekaligus memperlihatkan wajah toleransi Indonesia kepada dunia.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak delegasi FABC berkeliling Masjid Istiqlal hingga menyusuri Terowongan Silaturahim menuju Gereja Katedral. Rombongan terdiri atas 154 delegasi serta 102 kardinal dan uskup.
“Mereka sangat kagum melihat Istiqlal dan juga mendengarkan penjelasan tentang Istiqlal. Ini adalah rumah besar untuk kemanusiaan,” kata Nasaruddin saat konferensi pers di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026.
Nasaruddin mengatakan para delegasi semakin kagum setelah mengenal berbagai aktivitas Masjid Istiqlal dalam membangun dialog dan persaudaraan. Menurutnya, pengalaman itu menguatkan kesan positif Indonesia.
“Mereka semakin kagum setelah mengetahui Istiqlal menjadi rumah besar yang membangun dialog dan persaudaraan lintas umat beragama. Itu menjadi kebanggaan bagi Indonesia,” ucap Nasaruddin.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius Subianto Bunjamin menjelaskan Pleno FABC ke-12 berlangsung di Indonesia pada 20–26 Juli 2026 mengusung tema “Building Bridges, Becoming Bridges”. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun sekaligus menjadi jembatan dialog kemanusiaan.
Menurutnya, konferensi tersebut dihadiri sekitar 154 delegasi, termasuk 102 kardinal dan uskup. Meski merupakan forum Gereja Katolik Asia, kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan dari Amerika, Afrika, Eropa, Vatikan, Oseania, dan Australia.
“Pesannya adalah bagaimana kita memperkuat jaringan persaudaraan. Ketika kita bekerja sama dan bersaudara satu sama lain, maka kita akan melihat hal-hal besar,” kata Antonius Subianto Bunjamin.
Antonius mengungkapkan penutupan Sidang Pleno FABC di Masjid Istiqlal menjadi pengalaman berharga bagi seluruh delegasi internasional. Kunjungan tersebut memperkuat pesan persaudaraan dan dialog antarumat beragama.
“Para delegasi sangat kagum, bukan hanya karena kemegahan masjid. Tetapi juga karena keterbukaan Imam Besar dan umat Muslim di Indonesia dalam membangun persaudaraan untuk bekal seluruh dunia,” ujarnya.
Antonius menyampaikan pengalaman di Masjid Istiqlal akan dibawa para kardinal dan uskup sebagai pesan persaudaraan dari Indonesia. Pesan itu menjadi gambaran nyata kehidupan keberagaman bagi dunia.
“Pengalaman ini akan dibawa para kardinal dan uskup sebagai gambaran nyata persaudaraan dan keberagaman Indonesia. Mereka akan menyampaikannya di negara masing-masing,” ucapnya.
Sementara itu, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo mengajak seluruh umat beragama mewujudkan pertobatan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengapresiasi upaya Istiqlal memperjuangkan kesetaraan gender bagi perempuan.
“Pertobatan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar ucapan, sebagai bagian dari panggilan menuju Tuhan. Kesetaraan gender di Istiqlal menjadi wujud pertobatan yang sangat konkret,” ucap Ignatius Suharyo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....