Mengenal Panjat Pinang, Warisan Budaya yang Meriahkan HUT Kemerdekaan RI
- 06 Agt 2026 12:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Panjat pinang menjadi salah satu perlombaan tradisional yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda
- Permainan ini mengandung nilai gotong royong, kerja sama, ketekunan, serta semangat perjuangan dalam meraih tujuan bersama
- Berasal dari tradisi masyarakat Tiongkok, panjat pinang kemudian berkembang di Hindia Belanda sebelum menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta – Memasuki bulan Agustus, berbagai perlombaan tradisional kembali memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di berbagai daerah. Salah satu yang paling dinantikan masyarakat ialah lomba panjat pinang yang identik dengan semangat kebersamaan dan perjuangan.
Melansir Instagram Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), permainan panjat pinang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Permainan tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang terus dilestarikan hingga kini.
Dalam permainan tersebut, peserta berusaha mencapai puncak batang pinang yang telah dilumuri pelumas untuk meraih hadiah. Para peserta umumnya bekerja sama secara berkelompok agar dapat saling membantu mencapai bagian paling atas.
Panjat pinang ini tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan strategi, kekompakan, dan kerja sama antarpeserta. Nilai gotong royong tersebutlah yang menjadikan salah satu alasan perlombaan ini selalu identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Secara simbolis, batang pinang yang licin menggambarkan berbagai rintangan yang harus dihadapi dalam sebuah perjuangan. Sementara hadiah di puncaknya melambangkan hasil yang diperoleh melalui kerja keras, ketekunan, dan kebersamaan.
Sementara itu, pada buku ‘Masa Lalu dan Tradisi Lokal’ karya Fandy Hutari, permainan ini berakar dari tradisi masyarakat Tiongkok. Sejak masa Dinasti Ming, permainan tersebut berkembang di wilayah selatan Tiongkok sebelum akhirnya menyebar ke berbagai kawasan Asia.
Dalam perkembangannya, panjat pinang diperkenalkan di Hindia Belanda sekitar dekade 1920-an dengan nama de Klimmast. Saat itu, permainan tersebut digelar dalam berbagai perayaan masyarakat Belanda, termasuk pesta ulang tahun dan kenaikan jabatan.
Hadiah yang diperebutkan berupa bahan makanan dan pakaian yang bernilai tinggi bagi masyarakat pribumi kala itu. Namun, perlombaan tersebut pada masa kolonial lebih banyak dijadikan hiburan bagi kalangan Belanda yang menyaksikannya.
Seiring perjalanan waktu, makna panjat pinang mengalami perubahan seiring lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. Tradisi tersebut kemudian menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan yang sarat nilai persatuan dan gotong royong.
Kini, panjat pinang tidak lagi dipandang sekadar perlombaan memperebutkan hadiah pada puncak batang pinang. Tradisi tersebut telah menjadi simbol kerja sama, ketekunan, serta semangat kebersamaan dalam merayakan kemerdekaan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....