FABC: Sinodalitas Jadi Jalan Perkuat Misi Gereja di Asia

  • 25 Jul 2026 02:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FABC menegaskan sinodalitas merupakan jalan untuk memperkuat misi Gereja Katolik di Asia, bukan tujuan akhir
  • Sidang Pleno FABC 2026 membahas respons Gereja terhadap perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan geopolitik di Asia
  • Wakil Presiden FABC Kardinal Pablo Virgilio David mengatakan sinodalitas mendorong Gereja semakin setia menjalankan misinya
  • Kardinal Mario Grech menegaskan Gereja kini memasuki tahap implementasi hasil Sinode tentang Sinodalitas yang disahkan Paus Fransiskus
  • Sinode dipahami sebagai perjalanan seluruh Gereja, bukan hanya para uskup

RRI.CO.ID, Jakarta – Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC) menegaskan sinodalitas bukanlah tujuan akhir Gereja Katolik, melainkan jalan untuk memperkuat misi Gereja di tengah perubahan yang terjadi di Asia. Melalui semangat berjalan bersama, Gereja didorong semakin mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, budaya, dan geopolitik yang dihadapi masyarakat.

Wakil Presiden FABC, Kardinal Pablo Virgilio David, mengatakan fokus utama Sidang Pleno FABC bukan sekadar membahas sinodalitas sebagai konsep. Menurutnya, seluruh proses tersebut bertujuan mendorong Gereja agar semakin setia menjalankan misinya.

"Kadang-kadang di dalam Gereja kita merasa gelisah ketika muncul hal-hal baru, dan sebagian orang memandang sinodalitas seolah-olah itu sebuah inovasi. Padahal bukan. Sinodalitas justru bertujuan mendorong Gereja semakin bergerak dalam menjalankan misinya," katanya dalam konferensi pers FABC Plenary Assembly 2026 di Hotel Mulia Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menilai Gereja kerap terlalu berfokus pada dirinya sendiri dan mempertahankan cara-cara yang sudah lama dijalankan. Karena itu, semangat sinodalitas mengajak Gereja berjalan bersama agar lebih terbuka terhadap kebutuhan umat dan perkembangan zaman.

Menurut Kardinal Pablo, pemahaman tersebut juga ditegaskan Sekretaris Jenderal Sinode, Kardinal Mario Grech, dalam pemaparannya di Sidang Pleno FABC. Kardinal Mario menekankan bahwa Sinode tentang Sinodalitas pada hakikatnya berbicara mengenai misi Gereja, bukan semata-mata tentang sinodalitas.

Sementara itu, Kardinal Mario mengatakan Gereja Katolik kini memasuki tahap implementasi hasil Sinode tentang Sinodalitas yang telah disahkan Paus Fransiskus. Ia menegaskan sinode tidak lagi dipahami sebagai proses yang hanya melibatkan para uskup, melainkan perjalanan seluruh Gereja.

Perubahan tersebut, lanjut Kardinal Mario, tercermin dari perubahan nama lembaga yang dipimpinnya. Sekretariat Jenderal Sinode Para Uskup kini menjadi Sekretariat Jenderal Sinode sebagai penegasan bahwa seluruh umat dipanggil terlibat dalam perjalanan sinodal.

Ia menjelaskan dokumen akhir Sinode telah disetujui peserta sidang dan ditandatangani Paus Fransiskus. Karena itu, perhatian Gereja saat ini berfokus pada proses menerima, melaksanakan, dan menghidupi isi dokumen tersebut di setiap Gereja lokal.

"Kita sekarang dalam fase implementasi," kata Kardinal Mario Grech.

Ia mengungkapkan Gereja universal akan menggelar Sidang Gerejawi di Roma pada 2028 sebagai bagian dari tahapan implementasi Sinode tentang Sinodalitas. Seluruh keuskupan, konferensi waligereja, termasuk FABC, diundang membagikan buah-buah perjalanan sinodal yang telah dijalankan.

Menurutnya, Asia memiliki kekayaan rohani yang dapat dipersembahkan kepada Gereja universal melalui pengalaman Gereja-Gereja lokal. Karena itu, kehadirannya dalam Sidang Pleno FABC bukan hanya untuk berbicara, tetapi juga mendengarkan pengalaman Gereja di kawasan Asia.

Sebelumnya, Sekretaris Eksekutif Kantor Sinodalitas FABC, Pastor Clarence Devadass, mengatakan sidang pleno diawali dengan refleksi mengenai perubahan geopolitik, sosial, ekonomi, dan budaya yang membentuk kehidupan masyarakat Asia. Menurutnya, Gereja tidak hidup dalam ruang hampa sehingga perlu memahami konteks sebelum menentukan arah misinya.

Selain membahas perubahan dunia, para uskup dan delegasi dari berbagai negara Asia juga berbagi pengalaman menjalankan sinodalitas di Gereja lokal masing-masing. Pengalaman tersebut meliputi praktik mendengarkan umat, membangun partisipasi, menjalankan proses penegasan bersama (discernment), hingga memperkuat misi Gereja di tengah masyarakat.

Sidang Pleno XII FABC akan berlangsung hingga akhir pekan dengan agenda membahas sejumlah dokumen dan menyusun pesan akhir sidang. Seluruh dokumen tersebut akan diselesaikan melalui pembahasan para peserta sebelum ditindaklanjuti bersama Takhta Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....