Peringatan HUT Ke-81 RI, Pemerintah Gelar Doa Kebangsaan
- 01 Agt 2026 10:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- HUT ke-81 Kemerdekaan RI dirayakan dengan acara dzikir dan doa kebangsaan di Monumen Nasional pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sore hingga malam hari.
- Acara dihadiri oleh pejabat pemerintah, tokoh-tokoh agama, habaib, ulama, dan jamaah dari berbagai agama lintas keyakinan.
- Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menekankan pentingnya kebersamaan dalam berdzikir, berselawat, dan istighosah sebagai bentuk peringatan kemerdekaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Agenda menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI diawali dengan dzikir dan doa kebangsaan di Monumen Nasional, Sabtu 1 Agustus 2026. Acara akan berlangsung mulai sore hingga malam hari.
"Pertama di bulan Agustus, yakni dzikir dan doa Kebangsaan, supaya kita bisa kumpul di sana untuk berdzikir, berselawat, istighosah bersama para ulama dan habaib. Dihadiri oleh banyak pejabat, tokoh-tokoh agama, dan jamaah lintas agama," kata Wakil Menteri (Wamen) Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dalam keterangan pers di kantornya, Jumat, 31 Juli 2026.
Wamen Juri menjelaskan dzikir dan doa kebangsaan adalah momentum bersyukur sekaligus simbol persatuan serta kerugunan antarumat beragama. Oleh sebab itu, Wamen Juri mengajak masyarakat untuk menghadiri doa kebangsaan.
"Dzikir dan doa kebangsaan ini adalah momentum bersyukur sekaligus simbol persatuan serta kerukunan antarumat beragama. Kepada masyarakat dipersilahkan untuk menghadiri selawat kebangsaan," katanya.
Rencananya selawat dan dzikir akan dipimpin langsung oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena imbas dari kegiatan di Monas akan terdampak pada aktivitas masyarakat karena pihak kepolisian akan menyesuaikan lalu lintas.
Sementara itu, pihak kepolisian memperkirakan massa yang hadir dalam acara doa kebangsaan mencapai 100.000 orang. Dikutip dari situs Korlantas, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bersama petugas gabungan akan melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara situasional di sekitar kawasan Monas.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan menyesuaikan kondisi di lapangan guna menjaga kelancaran arus kendaraan. Ditlantas Polda Metro Jaya memperkirakan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Monas seiring tingginya mobilitas masyarakat menuju lokasi kegiatan.
Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau peserta doa kebangsaan untuk menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kepadatan kendaraan. Sementara itu, bagi masyarakat yang akan melintasi kawasan Monas, disarankan menyesuaikan rute perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
"Ditlantas Polda Metro Jaya juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara. Selalu mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan, serta mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku demi terciptanya keamanan dan kelancaran bersama," tulis Ditlantas Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian juga menyiapkan kantong parkir di sejumlah titik. Kantong parkir dibagi berdasarkan wilayah keberangkatan. Yakni Kanwil Jakarta, Kanwil Jawa Barat dan Kanwil Banten.
Berikut lokasi titik kantong pakir:
1. Kanwil Jakarta, kantong parkir disekitar Monas yakni gedung Pertamina lama, Galeri Nasional, PLN Jakarta Pusat, Kementerian Perdagangan, Lemhanas, Telkom, Danareksa. Selanjutnya, Kementerian Agama, Bank Indonesia, Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, kantor Pos Indonesia, lapangan Banteng, DPN Dhanapala sampai OJK.
Selanjutnya, Benyamin Sueb, Jiexpo Kemayoran, Sapta Pesona. Sepanjang APEC, cekungan plaza barat, IRTI Monas dan BUMN.
2. Kanwil Jawa Barat, kawasan parkir Jiexpo Kemayoran (drop off dan pick up di Jalan Medan Merdeka Timur).
3. Kanwil Banten, kantong parkir Aldiron (drop off dan pick up di bundaran Patung Kuda).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....