Wamen PPPA Dorong Kolaborasi Penuhi Hak Anak Indonesia

  • 26 Jul 2026 15:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor (pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat) untuk memperkuat pemenuhan hak anak Indonesia.
  • Pemenuhan hak anak memerlukan dukungan holistik meliputi gizi, pengembangan minat dan bakat, serta penyediaan ruang aktivitas positif yang memadai untuk tumbuh kembang optimal.
  • Kolaborasi yang diusulkan Wamen PPPA bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dan berkualitas bagi anak-anak di Indonesia untuk mendukung seluruh aspek perkembangan mereka.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mendorong kolaborasi pemenuhan hak anak Indonesia. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diperlukan untuk menghadirkan ruang tumbuh anak yang aman serta berkualitas.

Pemenuhan hak anak mencakup dukungan gizi, pengembangan minat dan bakat, serta penyediaan ruang aktivitas positif. Veronica menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri acara Jelajah Sapa di Jakarta Timur, Minggu, 26 Juli 2026.

Veronica Tan menilai komunitas berperan strategis dalam membangun karakter dan mengembangkan potensi anak sejak usia dini. Pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan kapasitas di luar sekolah turut mendukung proses perkembangan anak secara konsisten.

“Ini sebenarnya kembali menunjukkan pentingnya kolaborasi. Ada NGO dan komunitas yang setiap hari membina anak-anak melalui pelatihan kapasitas di luar sekolah,” kata Veronica Tan.

Veronica menilai anak membutuhkan wadah aktivitas yang mendukung gerak, olahraga, seni, dan pengembangan kreativitas. Kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas anak pada usia yang sangat aktif.

“Anak-anak di usia seperti ini sangat aktif. Mereka membutuhkan wadah untuk bergerak, berolahraga, berkesenian, dan mengembangkan kreativitasnya,” ujarnya.

Pemerintah mendorong tersedianya fasilitas umum berstandar yang mendukung berbagai aktivitas anak secara memadai. Fasilitas tersebut mencakup ruang olahraga, kegiatan musikal, serta sarana pengenalan budaya Indonesia sejak usia anak.

“Harapannya kita memiliki fasilitas yang benar-benar terstandar, bukan sekadar menyediakan ruang. Tetapi juga ruang olahraga, kegiatan musikal, hingga alat-alat yang mendukung pengenalan budaya Indonesia sejak anak-anak,” ucap Veronica.

Veronica berharap kolaborasi Komunitas Umur Juang, Lemonilo, dan edukasi gizi berlangsung sebagai program berkelanjutan. Program tersebut diharapkan memiliki target bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan anak-anak pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami berharap ini bukan hanya acara seremonial, tetapi ada target yang bisa dicapai bersama. Sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak pada tahun-tahun berikutnya,” kata Veronica.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....