Menteri PPPA Perkuat Komitmen Lindungi Anak Indonesia
- 25 Jul 2026 00:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat perlindungan anak demi Indonesia Emas 2045.
- Pemerintah terus memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak guna menghentikan berbagai bentuk kekerasan.
- Pemerintah memusatkan puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak masyarakat memperkuat komitmen perlindungan anak. Upaya ini bertujuan agar anak dapat tumbuh sehat guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Momentum tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Pemerintah mengusung tema khusus yaitu Sayang Anak Lindungi dan Bangun Masa Depan pada tahun ini.
Arifah Fauzi menyampaikan pernyataan tersebut saat konferensi pers yang berlangsung pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Pihak kementerian terkait menerbitkan nomor surat resmi B-328/SETMEN/HM/02.04/7/2026 guna memperluas jangkauan sosialisasi perlindungan kepada anak.
"Membangun masa depan Indonesia dimulai dari bagaimana kita memperlakukan anak-anak hari ini. Tidak ada Indonesia Emas 2045 tanpa anak-anak Indonesia yang tumbuh sehat, bahagia, terlindungi, dan memperoleh kesempatan mengembangkan seluruh potensinya. Oleh karena itu, pemenuhan hak dan perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa," ujar Menteri PPPA.
Arifah menambahkan bahwa tantangan masa depan anak semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi saat ini. Dia menilai kolaborasi secara komprehensif sangat mendesak demi melindungi mereka dari ancaman di ruang digital.
"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Perlindungan anak dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, kemudian diperkuat oleh sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, hingga anak-anak sendiri sebagai pelopor dan pelapor. Kita ingin membangun kembali kesadaran bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama," kata Menteri PPPA.
Pemerintah terus memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) untuk mendukung kesejahteraan. Upaya tersebut diperluas lewat Gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN) sebagai wujud nyata implementasi program prioritas nasional.
Perayaan tersebut juga mengampanyekan tujuh pesan utama termasuk pencegahan perkawinan anak usia dini di masyarakat. Upaya lainnya meliputi penghentian kasus perundungan serta menjauhkan mereka dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).
Berbagai kegiatan edukatif diselenggarakan secara desentralisasi agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh anak Indonesia. Puncak acara nasional tersebut akan dilaksanakan di wilayah Tanjungpinang yang berada di Provinsi Kepulauan Riau.
Rangkaian acara meliputi Lokakarya Forum Anak, Jelajah SAPA, serta kegiatan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK). Festival Budaya Anak Indonesia diselenggarakan di Makara Art Center Universitas Indonesia guna menyusun Suara Anak Indonesia (SAI).
Arifah mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu padu dalam menyukseskan setiap gerakan perlindungan anak nasional. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi anak agar mereka dapat berekspresi secara bebas.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan bersama. Mari lebih banyak mendengar suara anak; hadir sebagai orang tua, guru, tetangga, sahabat, dan lingkungan yang melindungi; dan hentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak, di mana pun terjadi," ucap Menteri PPPA.
Dia juga menyampaikan pesan hangat serta motivasi bagi seluruh anak agar terus berani dalam berkarya. Layanan pengaduan telepon sahabat perempuan dan anak dapat diakses oleh masyarakat secara mudah dan cepat.
“Kepada anak-anakku di seluruh Indonesia, teruslah belajar, bermain, bermimpi, berkarya, dan berani menyampaikan pendapat. Jika mengalami atau melihat kekerasan, jangan takut bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya atau menghubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk melindungi kalian. Selamat Hari Anak Nasional. Sayang Anak, Sayang Indonesia," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....