Kecam Penembakan Sipil di Papua, DPR Tegaskan Negara Tidak Boleh Kalah Dari Teror

  • 26 Jul 2026 13:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion mengecam, kasus penembakan yang menewaskan tiga warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
  • Insiden yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu, dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
  • Kami mengecam keras penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM kepada tiga warga sipil. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion mengecam, kasus penembakan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam penembakan tersebut mengakibatkan tiga warga sipil tewas di Papua Pegunungan.

Insiden yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu, dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Mafirion menegaskan, negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjamin keamanan seluruh warga negara.

Olehkarenanya, negara tidak boleh kalah dari segala bentuk aksi kekerasan dan teror. "Kami mengecam keras penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM kepada tiga warga sipil. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan," kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026.

Mafirion mendesak, aparat penegak hukum bergerak cepat untuk mengungkap kasus tersebut. Ia meminta seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Mafirion juga menekankan, pentingnya penegakan hukum yang profesional, proporsional, dan akuntabel. Ia mengingatkan, agar langkah aparat tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil sehingga tidak menimbulkan korban baru.

"Negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat Papua. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata," ucapnya.

Selain mendorong penegakan hukum, Mafirion menilai, konflik yang terus berlangsung di Papua harus diselesaikan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Mengingat, penyelesaian persoalan di Papua tidak cukup hanya mengandalkan aspek keamanan, tetapi juga memerlukan dialog yang konstruktif serta pemerataan pembangunan.

"Mau sampai kapan konflik yang menyebabkan warga sipil sebagai korban akan terus-menerus terjadi?. Kekerasan ini harus dihentikan karena hanya memperpanjang penderitaan masyarakat Papua dan menghambat pembangunan," katanya.

Oleh karenanya, ia mengharapkan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat kehadiran negara melalui peningkatan pelayanan publik. Mafirion juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di Papua.

Diketahui, peristiwa penembakan tersebut terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin, 20 Juli 2026. Insiden yang menewaskan tiga warga sipil itu sempat terekam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....