Siklon Tropis NOUL Menguat, BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Indonesia

  • 26 Jul 2026 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mengeluarkan, peringatan dini terkait perkembangan Siklon Tropis NOUL yang terpantau di Laut Filipina, sebelah timur Filipina.
  • Berdasarkan analisis Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Minggu, 26 Juni 2027, Siklon Tropis NOUL terus berkembang. Yakni, berkembang dari bibit siklon tropis 92W yang mulai terdeteksi sejak 21 Juli 2026.
  • Kecepatan angin maksimum dalam 24 jam ke depan diprakirakan meningkat dan intensitasnya menjadi kategori 2 dengan pergerakan ke arah barat-barat laut

RRI.CO.ID, Jakarta – BMKG mengeluarkan, peringatan dini terkait perkembangan Siklon Tropis NOUL yang terpantau di Laut Filipina, sebelah timur Filipina. Meskipun tidak melintasi wilayah Indonesia, hal tersebut diperkirakan berdampak tidak langsung terhadap sejumlah daerah dalam 24 jam ke depan.

Berdasarkan analisis Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Minggu, 26 Juni 2027, Siklon Tropis NOUL terus berkembang. Yakni, berkembang dari bibit siklon tropis 92W yang mulai terdeteksi sejak 21 Juli 2026.

Sistem tersebut, kemudian meningkat statusnya menjadi siklon tropis pada 24 Juli 2026 dini hari. BMKG memperkirakan, intensitas Siklon Tropis NOUL masih akan terus meningkat.

Dalam 24 jam ke depan, siklon diprediksi mencapai Kategori 2 dengan arah pergerakan menuju barat-barat laut. "Kecepatan angin maksimum dalam 24 jam ke depan diprakirakan meningkat dan intensitasnya menjadi kategori 2 dengan pergerakan ke arah barat-barat laut," kata BMKG dalam laporan resminya, Minggu, 26 Juli 2026.

BMKG mengingatkan, masyarakat untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari siklon tersebut. Sejumlah wilayah di Indonesia, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang laut.

Potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah Natuna, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara. Sementara itu, Sulawesi Utara diprediksi berpotensi mengalami angin kencang akibat pengaruh sirkulasi atmosfer dari Siklon Tropis NOUL.

"Siklon Tropis NOUL memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia," ucap BMKG. Selain cuaca ekstrem, BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa perairan Indonesia.

Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, dan Laut Maluku. Serta, juga berpotensi terjadi Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

BMKG mengimbau, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan. Nelayan, operator kapal, dan pelaku pelayaran diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut demi menghindari risiko yang ditimbulkan oleh gelombang tinggi.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....