BMKG Prediksi Kemarau Tangerang Raya hingga Oktober 2026
- 25 Jul 2026 18:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG memproyeksikan musim kemarau di Tangerang Raya akan berlangsung dari Juli hingga Oktober 2026 dengan puncaknya pada bulan Agustus.
- Potensi kekeringan tahun ini diperkirakan lebih tinggi dari normal karena dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang masih aktif di periode tersebut.
- Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Hartanto menyatakan bahwa musim kemarau Juli-Oktober merupakan kondisi normal, namun intensitasnya akan lebih ekstrem tahun ini.
RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat musim kemarau diwilayah Tangerang Raya akan berlangsung hingga Oktober 2026. Sementara, puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus nanti.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, musim kemarau yang terjadi pada periode Juli hingga Oktober merupakan kondisi yang normal. Namun, pada tahun ini potensi kekeringan diperkirakan lebih tinggi karena dipengaruhi fenomena El Nino yang masih aktif.
“Berdasarkan informasi yang kami pantau, prediksi musim kemarau untuk wilayah Tangerang Raya berlangsung kurang lebih hingga bulan Oktober 2026. Dengan puncak musim kemarau diprediksi pada bulan Agustus,” kata Hartanto ketika dikonfirmasi RRI.CO.ID, Sabtu, 25 Juli 2026.
Selaain itu, lanjut dia, penguatan intensitas kekeringan menjadi salah satu dampak dari fenomena El Nino yang terjadi tahun ini. “Kondisi musim kemarau memang wajar terjadi pada Juli hingga Oktober, adapun intensitas menguatnya kekeringan juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang aktif pada tahun ini,” katanya, menjelaskan.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan mulai menyiapkan cadangan air guna mengantisipasi potensi kekeringan selama musim kemarau. Selain itu, warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Ia juga mengingatkan para petani agar menyesuaikan waktu maupun pola tanam dengan ketersediaan air. Sehingga dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kesehatan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Ditambah lagi rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan 14 pos layanan kebencanaan krisis air bersih. Hal ini untuk mengatasi dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi akibat musim kemarau ekstrem hingga September 2026 mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, penyiagaan 14 pos layanan kebencanaan ini dilakukan sebagai hasil kajian atas potensi kekeringan. Karena, diprediksi terjadi pada 20 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
"Sekitar 20 kecamatan itu mengalami dampak dari kekeringan. Ini terjadi akibat musim kemarau panjang yang diprediksi BMKG terjadi dari awal Juli hingga September," ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....