Prabowonomics Menjadi Gagasan Dorong Kemandirian Ekonomi Nasional

  • 26 Jul 2026 12:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gagasan ekonomi tersebut berpijak pada UUD 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34, untuk mewujudkan kemakmuran rakyat
  • Prabowonomics sesuai amanat konstitusi tersebut perlu diwujudkan melalui pengelolaan kekayaan alam yang memberikan manfaat bagi seluruh rakyat
  • Presiden Prabowo Subianto menggagas istilah 'Prabowonomics' yang menjadi gagasan untuk mendorong kemandirian perekonomian nasional dan masyarakat

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggagas istilah 'Prabowonomics' yang menjadi gagasan untuk mendorong kemandirian perekonomian nasional dan masyarakat. Gagasan ekonomi tersebut berpijak pada UUD 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34, untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.

Ketua Harian DPP Partai Ummat, Heikal Safar mengaku optimistis dengan gagasan Prabowonomics untuk meningkatkan ekonomi dengan kebijakan terukur. Menurutnya, Prabowonomics sesuai amanat konstitusi tersebut perlu diwujudkan melalui pengelolaan kekayaan alam yang memberikan manfaat bagi seluruh rakyat.

Istilah 'Prabowonomics' kembali dipopulerkan pada puncak peringatan Hari Lahir PKB ke-28 mengusung tema 'Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi'. Kegiatan tersebut digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada Kamis 23 Juli 2026 lalu.

"Bumi dan tanah air Indonesia sangatlah kaya raya. Oleh karenanya wajib dikelola dengan baik, sehingga hasil keuntungannya juga dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Heikal dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Sabtu 25 Juli 2026.

Heikal menyebut, masyarakat dapat melihat secara objektif pihak-pihak yang selama ini menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, gagasan Prabowonomics menghadirkan tren positif terhadap optimisme pertumbuhan ekonomi yang didorong tumbuh dari lapisan masyarakat bawah.

"Siapakah pihak-pihak yang paling menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia secara utuh. Jika sudah tahu jawabannya, maka seluruh rakyat Indonesia wajib bersatu padu tegakkan keadilan dan lawan kedzaliman," ucapnya.

Heikal menilai, kehadiran tokoh nasional, menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan partai politik dalam kegiatan tersebut menunjukkan kekompakan. Menurutnya, pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antar kekuatan politik dalam mewujudkan ekonomi yang membutuhkan kontribusi semua pihak.

Heikal menyebut, suasana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan 'Rekonsiliasi Indonesia Raya'. Ia juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang dinilai membuka peluang bagi seluruh partai politik untuk berkolaborasi membangun bangsa.

"Negara kita Indonesia tercinta adalah bangsa yang besar, oleh karenanya wajib berjiwa besar dalam menghadapi berbagai persoalan. Begitu pula kami Partai Ummat sangat terbuka dan siap dengan saran dan kritik yang konstruktif, bukan sebaliknya," ujarnya.

Prabowonomics juga merujuk pada implementasi program Asta Cita, seperti diperkenalkan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dalam Harlah. Berakar pada Pasal 33 dan 34 UUD 1945 mengenai peran negara mengelola sumber daya alam dan kesejahteraan sosial.

Konsep Prabowonomics ini bukanlah gagasan ekonomi baru. Melainkan murni pelaksanaan dasar negara, serta pemikiran ekonomi nasional seperti dari Soemitro Djojohadikusumo.

Gagasan tersebut menempatkan negara memiliki peran yang cukup kuat dalam menggerakkan stimulus ekonomi. Selain itu, konsep tersebut juga memberikan perlindungan sosial, dan investasi sumber daya manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....