Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Sumatra Aman
- 22 Jul 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan monitoring operasional secara berkelanjutan untuk menjaga keandalan pasokan BBM di wilayah kerjanya.
- Wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mencakup lima provinsi: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Barat.
- Monitoring khusus dilakukan di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau sebagai upaya mengantisipasi berbagai dinamika operasional distribusi BBM di lapangan.
RRI.CO.ID, Jakarta-PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat monitoring operasional distribusi BBM di seluruh wilayah kerjanya. Adapun wilayah kerja meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau dan Sumatra Barat.
Monitoring dilakukan secara berkelanjutan di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau sebagai langkah menjaga keandalan pasokan dan mengantisipasi berbagai dinamika operasional di lapangan. Hal itu disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw.
Lebih lanjut ia mengatakan penguatan monitoring secara menyeluruh agar setiap perkembangan operasional dapat direspons secara cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Monitoring untuk menjaga keandalan pasokan BBM tetap terjaga dan memastikan penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
"Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami peningkatan kebutuhan maupun penyesuaian distribusi, tetapi juga di seluruh area layanan," ujar Fahrougi dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Juli 2026.
Fahrougi mengatakan optimalisasi operasional di Aceh meliputi Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya. Optimalisasi tersebut untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM.
Selain itu, jam layanan terminal ditingkatkan dari rata-rata 8 jam menjadi 14 jam per hari, termasuk operasional pada hari Minggu. Selanjutnya, frekuensi pengiriman mobil tangki ditingkatkan hingga sekitar 65 persen untuk mendukung percepatan distribusi BBM.
"Ini bagian dari penguatan operasional. Pertamina juga mengoptimalkan skema alih suplai antar terminal sehingga pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga," katanya.
Adapun untuk wilayah Riau, Pertamina secara berkala memantau kondisi stok BBM sekaligus memastikan kelancaran distribusi melalui jalur logistik utama, termasuk Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Diketahui, Jalinsum menjadi salah satu koridor penting penyaluran menuju fuel terminal dan SPBU
Langkah tersebut dilakukan agar distribusi berlangsung sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Sementara itu, untuk Kepulauan Riau, Pertamina memastikan kondisi stok BBM berada dalam keadaan aman serta penyaluran ke seluruh SPBU berjalan lancar.
"Monitoring dilakukan secara berkesinambungan untuk menjaga keandalan distribusi di wilayah kepulauan sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Selain memperkuat monitoring di lapangan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga terus meningkatkan koordinasi lintas fungsi dan bersinergi," katanya.
Sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi dan koordinasi guna memastikan kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah operasional.
"Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi. Pertamina akan terus melakukan evaluasi dan langkah-langkah antisipatif agar masyarakat tetap memperoleh layanan energi yang aman, lancar, dan berkelanjutan," ujar Fahrougi.
Ia mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina dan tidak melakukan panic buying karena pasokan BBM berada dalam kondisi aman. Fahrougi mempersilahkan masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solutions 135 untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Pertamina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....