Pesan Menteri Bahlil untuk Pengendara Mobil Mewah , Jangan Pakai BBM Subsidi

  • 17 Sep 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan pasokan BBM
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat mampu secara ekonomi tidak memakai BBM subsidi.
  • Indonesia akan kedatangan minyak dari Rusia yang merupakan bagian kerja sama Indonesia-Rusia.

RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Energi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia meminta masyarakat menengah atas untuk tidak memakai bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Penegasan itu terkait dengan fenomena adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.

“Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya, sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu. Mohon maaf mobilnya pakai BMW, mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga, janganlah kita pakai BBM subsidi,” kata Menteri Bahlil dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Menteri Bahlil menegaskan BBM bersubsidi diperuntukan untuk masyarakat yang berhak menerima yakni menengah ke bawah. Oleh sebab itu, penggunaan BBM subsidi harus tepat sasaran.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan imbauan agar masyarakat mampu tidak menggunakan BBM subsidi adalah penting. Masyarakat dengan pendapatan tinggi dan mobil bagus untuk tidak memakai BBM bersubsidi.

“Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran. Imbauan ini penting, contoh seperti saya, masa sih pakai BBM subsidi,” ujarnya.

“BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya, kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah. Saya harus ngomong begini, karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi, berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya,” katanya menegaskan.

Menteri Bahlil menegaskan pasokan BBM secara nasional masih aman. Bahkan Indonesia akan kedatangan minyak dari Rusia yang merupakan bagian kerja sama Indonesia-Rusia.

“BBM secara stok nasional kan eh dalam standar minimum kebutuhan nasional kita di angka 18 sampai 20 hari. Saya menyampaikan bahwa ketersediaan untuk crude kita insyaallah aman termasuk bagian daripada Rusia,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....