Pertamina Blokir Ribuan QR Code BBM Subsidi di Wilayah Sulawesi

  • 18 Sep 2026 19:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertamina Patra Niaga memblokir 11.093 nomor polisi (nopol) kendaraan yang teridentifikasi menggunakan kode batang atau QR Code BBM subsidi tidak sesuai ketentuan di wilayah Pulau Sulawesi.
  • Pemblokiran ini merupakan bagian dari pengawasan berkelanjutan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
  • Pemblokiran dilakukan Pertamina setelah menemukan kode batang yang terindikasi digunakan berulang kali dan tidak sesuai dengan ketentuan.

RRI.CO.ID, Palu - Pertamina Patra Niaga memblokir 11.093 nomor polisi (nopol) kendaraan yang teridentifikasi menggunakan kode batang atau QR Code BBM subsidi tidak sesuai ketentuan di wilayah Pulau Sulawesi hingga September 2026. Pemblokiran ini merupakan bagian dari pengawasan berkelanjutan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.

Demikian disampaikan Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo melalui keterangan tertulisnya, Jumat 18 September 2026. "Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran," kata Okky.

Ia menjelaskan, ribuan nopol yang diblokir tersebut tersebar di empat wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Rinciannya, sebanyak 6.023 nopol berada di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, 2.189 nopol di Sulawesi Tengah, 2.355 nopol di Sulawesi Tenggara. Serta 526 nopol di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Menurut Okky, pemblokiran dilakukan setelah pihaknya menemukan kode batang yang terindikasi digunakan berulang kali dan tidak sesuai dengan ketentuan. "Kami terus melakukan pemantauan terhadap transaksi BBM subsidi," ujarnya.

"Apabila ditemukan kode batang terindikasi digunakan secara berulang tidak sesuai dengan ketentuan, maka dilakukan pemblokiran sebagai bagian dari upaya menjaga penyaluran BBM tetap tepat sasaran," kata Okky.

Pertamina, lanjutnya, juga memastikan penggunaan QR Code sesuai dengan kendaraan dan peruntukannya. Pengawasan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait untuk memantau dinamika penyaluran BBM subsidi di lapangan.

Okky mengimbau masyarakat tidak menggunakan QR Code yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan. "Kami mengimbau masyarakat jangan menggunakan kode batang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, kalau disalahgunakan pasti kami tindak tegas," katanya.

Setelah pemblokiran dilakukan, Pertamina memperkuat evaluasi distribusi BBM di seluruh SPBU dalam wilayah kerja Regional Sulawesi.

Langkah tersebut dilakukan agar BBM subsidi dapat diterima masyarakat yang berhak sekaligus memastikan penyalurannya berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Masyarakat yang mengalami kendala terkait QR Code maupun layanan Pertamina lainnya dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....