Anggaran 2026 Menurun, Perpusnas Optimistis Perkuat Literasi Nasional
- 18 Jul 2026 08:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dukungan Komisi X DPR RI menjadi penyemangat Perpusnas dalam memperkuat literasi nasional, meski menghadapi penyesuaian anggaran tahun 2026.
- Perpusnas mencatat realisasi anggaran 2025 sebesar 98,93 persen, namun penyesuaian anggaran 2026 berdampak pada sejumlah program prioritas, termasuk bantuan bacaan dan penguatan perpustakaan di daerah.
- Perpusnas memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program literasi, sementara Komisi X DPR RI meminta dampak pengurangan anggaran menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran mendatang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan dukungan Komisi X DPR RI menjadi penyemangat memperkuat literasi nasional. Dukungan tersebut dinilai penting meski Perpusnas menghadapi penyesuaian anggaran yang cukup besar pada pelaksanaan program tahun 2026 mendatang.
Menurutnya, semangat dari Komisi X DPR RI sejalan dengan meningkatnya antusiasme masyarakat memanfaatkan berbagai layanan Perpusnas. Dukungan pegiat literasi serta pelestari naskah juga menjadi dorongan penting agar berbagai program tetap berjalan secara berkelanjutan.
"Bagaimanapun, salah satu kekuatan kami adalah empati yang ditunjukkan bapak dan ibu di Komisi X. Kami juga melihat semangat publik dan pengguna Perpusnas yang justru terus meningkat, serta kegigihan para pegiat literasi," katanya dalam rapat dengar pendapat Komisi X DPR RI via YouTube TVR, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan realisasi anggaran Perpusnas sepanjang tahun 2025 mencapai Rp583,26 miliar atau sebesar 98,93 persen dari pagu efektif. Capaian tersebut menunjukkan seluruh unit kerja mampu mengelola anggaran secara optimal dengan tingkat penyerapan melampaui angka 98 persen.
Ia mengakui penyesuaian anggaran tahun 2026 berdampak terhadap sejumlah program prioritas yang menyasar berbagai kelompok masyarakat di daerah. Program tersebut meliputi bantuan bacaan bermutu bagi perpustakaan desa, taman bacaan, lembaga pemasyarakatan, serta puskesmas di berbagai wilayah.
"Kami memastikan target pembangunan literasi nasional tetap dijaga melalui penyesuaian indikator kinerja bersama Kementerian PPN/Bappenas. Pendampingan penyusunan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat serta pengembangan Relawan Literasi Masyarakat juga terus diperkuat pada berbagai daerah," ujarnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Perpusnas memperluas kolaborasi pendanaan bersama berbagai kementerian, komunitas, lembaga filantropi, serta mitra internasional strategis. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan layanan literasi sekaligus memperkuat pelestarian naskah dan pengembangan perpustakaan di Indonesia.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menilai pengurangan anggaran berpotensi memengaruhi pembangunan literasi nasional pada masa mendatang. Meski demikian, Perpusnas dinilai tetap menunjukkan dedikasi, inovasi, serta menjaga kualitas pelayanan di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi.
"Perpusnas tetap mampu menunjukkan dedikasi, inovasi, dan menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan anggaran. Dampak pengurangan anggaran terhadap capaian pembangunan literasi perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran berikutnya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....