Siklon Tropis Haishen Pengaruhi Cuaca Indonesia, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

  • 15 Jul 2026 10:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG memprakirakan, sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi curah hujan kategori rendah pada Dasarian II Juli 2026. Masyarakat diminta, mewaspadai potensi hujan lokal akibat sejumlah fenomena atmosfer seperti Siklon Tropis Haishen
  • Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi cuaca, menurut BMKG, adalah aktivitas Gelombang Kelvin. Fenomena ini diperkirakan melintasi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara.
  • Potensi hujan diperkirakan bersifat lokal dengan intensitas yang bervariasi. BMKG juga melaporkan Bibit Siklon Tropis 97W telah berkembang menjadi Siklon Tropis Haishen.

RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG memprakirakan, sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi curah hujan kategori rendah pada Dasarian II Juli 2026. Masyarakat diminta, mewaspadai potensi hujan lokal akibat sejumlah fenomena atmosfer seperti Siklon Tropis Haishen.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan rendah. Sementara, 8,52 persen wilayah diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah dan 0,03 persen berpotensi mengalami curah hujan tinggi.

Curah hujan rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian diprakirakan terjadi beberapa wilayah. Berikut daftarnya:

• Sumatra

• Jawa

• Bali

• Nusa Tenggara Barat (NTB)

• Nusa Tenggara Timur (NTT)

• Kalimantan

• Sulawesi

• Maluku

• Maluku Utara

• Papua.

BMKG menjelaskan, secara umum musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, sejumlah dinamika atmosfer masih dapat memicu pembentukan awan hujan di beberapa daerah.

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi cuaca, menurut BMKG, adalah aktivitas Gelombang Kelvin. Fenomena ini diperkirakan melintasi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara.

Keberadaan Gelombang Kelvin ini, berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah yang dilaluinya. Karena itu, masyarakat di daerah tersebut diminta tetap mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.

Selain itu, BMKG juga mencatat aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby yang bergerak ke arah barat. Fenomena ini, diperkirakan aktif di wilayah:

• Nusa Tenggara Timur

• Nusa Tenggara Barat

• Bali

• Pulau Jawa

• Sumatra bagian tengah hingga selatan

• Sulawesi bagian tengah dan selatan.

Gelombang atmosfer tersebut, BMKG menjelaskan, turut meningkatkan peluang terjadinya hujan. Meski, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada periode musim kemarau.

Potensi hujan diperkirakan bersifat lokal dengan intensitas yang bervariasi. BMKG juga melaporkan Bibit Siklon Tropis 97W telah berkembang menjadi Siklon Tropis Haishen.

Sistem ini diperkirakan memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah timur Indonesia. Dampak Siklon Tropis Haishen antara lain berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang di sebagian wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Selain itu, aktivitas masyarakat di wilayah perairan juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.

Seperti:

• Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud

• Laut Maluku bagian utara

• Samudra Pasifik di utara Maluku

• Papua Barat Daya.

Siklon Tropis Haishen juga membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Sulawesi, perairan utara Papua, serta di sekitar pusat sirkulasinya. Kondisi ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang berada di sekitar jalur tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru. Warga di daerah yang berpotensi mengalami hujan maupun gelombang tinggi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....