BMKG Imbau Wisatawan Dieng Waspadai Embun Upas hingga September
- 09 Jul 2026 17:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wisatawan yang berencana berkunjung ke kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, diimbau agar mewaspadai penurunan suhu ekstrem akibat fenomena embun beku atau embun upas.
- Peringan ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode Juli hingga September 2026.
- Suhu udara di kawasan Dieng pada periode tersebut dapat turun hingga di bawah 0 derajat Celsius.
RRI.CO.ID, Semarang - Wisatawan yang berencana berkunjung ke kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, diimbau agar mewaspadai penurunan suhu ekstrem yang dapat memicu munculnya fenomena embun beku atau embun upas. Peringatan ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode Juli hingga September 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Yoga Sambodo, mengatakan wisatawan perlu mempersiapkan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca di kawasan Dieng. Seperti, jaket tebal, sarung tangan, dan kaus kaki.
"Kami imbau wisatawan yang akan berkunjung selama periode Juni sampai September untuk menyiapkan pakaian yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Seperti jaket tebal, sarung tangan, dan kaus kaki," ujar Yoga di Semarang, Kamis 9 Juli 2026.
Menurutnya, suhu udara di kawasan Dieng pada periode tersebut dapat turun hingga di bawah 0 derajat Celsius. Kondisi itu memungkinkan terbentuknya butiran es di permukaan tanaman maupun benda lain yang dikenal masyarakat sebagai embun upas.
Yoga menjelaskan, secara klimatologis fenomena tersebut dipengaruhi oleh kondisi tekanan udara pada periode Juni hingga September yang lebih tinggi di Benua Australia dibandingkan Asia. Perbedaan tekanan itu memicu bertiupnya angin dari Australia menuju Asia yang melewati Indonesia dan menandai berlangsungnya musim kemarau akibat aktifnya monsun Australia.
Pada musim kemarau, tutupan awan cenderung sangat minim sehingga sinar matahari pada siang hari terasa lebih terik dan menyebabkan peningkatan suhu udara. Sebaliknya, pada malam hari panas yang tersimpan di permukaan bumi akan lebih mudah terlepas ke atmosfer karena langit yang cerah tanpa tutupan awan.
Kondisi ini membuat suhu udara turun drastis hingga mendekati bahkan di bawah titik beku.
Selain itu, kelembapan udara yang relatif tinggi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi juga mendukung terbentuknya embun beku ketika suhu permukaan mencapai titik beku.
BMKG memprakirakan fenomena embun upas di kawasan Dieng akan mencapai puncaknya pada Agustus. Karena itu, wisatawan diminta memperhatikan kondisi cuaca dan menjaga kesehatan selama beraktivitas di kawasan dataran tinggi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....