Pemetaan Talenta Siswa Sekolah Rakyat Berlanjut
- 14 Jul 2026 23:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos melanjutkan program pemetaan talenta bagi siswa Sekolah Rakyat melalui tes Talent DNA pada Tahun Ajaran 2026/2027
- ESQ Corporation menyiapkan 100 ribu kuota Talent DNA gratis untuk membantu siswa mengenali bakat, minat, dan karakter
- MPLS Sekolah Rakyat dimulai 14 Juli 2026 di 19 titik dengan 5.130 siswa baru dan ditargetkan menjangkau sekitar 45 ribu siswa tahun ini
- Hasil asesmen menunjukkan siswa memiliki karakter positif, namun masih perlu penguatan pada kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kemampuan menyampaikan gagasan
- Kemensos menilai setiap siswa memiliki talenta yang harus dikenali dan dikembangkan melalui pendidikan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Sosial melanjutkan program pemetaan talenta bagi siswa Sekolah Rakyat pada Tahun Ajaran 2026/2027. Siswa baru akan mengikuti tes Talent DNA sebagai kelanjutan program pemetaan potensi yang telah diterapkan sejak Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 2025.
Dukungan terhadap program tersebut kembali diberikan ESQ Corporation. Founder ESQ Corp Ary Ginanjar menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi pengembangan talenta siswa sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen itu disampaikan saat audiensi bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin 13 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan ekosistem pengembangan talenta di Sekolah Rakyat.
Menanggapi dukungan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026. Tahap pertama berlangsung di 19 titik dengan total 5.130 siswa baru.
Menurut Gus Ipul, jumlah peserta didik akan terus bertambah seiring pembukaan Sekolah Rakyat secara bertahap. Pemerintah menargetkan sekitar 45 ribu siswa mengikuti Sekolah Rakyat sepanjang 2026.
"Jadi kita besok mulai MPLS di 19 titik dengan jumlah siswa 5.130. Semuanya nanti tahun ini kita terima sekitar 30-an ribu,"katanya.
"Sekarang sudah 28 ribu, nanti naik terus. Jadi 45.000 targetnya tahun ini, tahun depan, 100.000 lebih yang diterima," kata Gus Ipul.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, ESQ menyiapkan 100 ribu kuota Talent DNA secara gratis bagi siswa Sekolah Rakyat. Program itu bertujuan membantu peserta didik mengenali bakat, minat, serta karakter sejak awal mengikuti pendidikan.
Ary mengatakan selama satu tahun terakhir ESQ telah melakukan pemetaan Talent DNA terhadap siswa, guru, dan kepala sekolah Sekolah Rakyat. Pengalaman tersebut menunjukkan setiap anak memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan.
Dalam kesempatan itu juga ditayangkan kisah Putri, siswi Sekolah Rakyat asal Pontianak yang telah mengikuti pemetaan Talent DNA. Ia mengaku hasil asesmen membuatnya lebih memahami kemampuan dan potensi yang dimiliki.
"Saya tahu bahwa saya punya kekuatan competitive dan troubleshooter. Dari situ saya lebih yakin pada diri, lebih semangat, dan lebih berani," ucap Putri dalam tayangan video.
Senior Konsultan ESQ Diana memaparkan hasil pemetaan terhadap siswa Sekolah Rakyat. Hasil asesmen menunjukkan sebagian besar siswa memiliki karakter ketulusan, perfeksionis, kesetaraan, pemaaf, dan harmonis.
Namun, beberapa aspek masih perlu diperkuat. Aspek tersebut meliputi kemampuan intuitif, rasa percaya diri, ketegasan, kemampuan mengarahkan, serta kemampuan menjelaskan gagasan.
Selain pemetaan talenta, ESQ juga memperkenalkan konsep AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat. Program tersebut dirancang menjadi pendamping pengembangan diri siswa secara personal dan berkelanjutan.
"Ini jadi keunggulan Sekolah Rakyat. Di Sekolah Rakyat itu setiap orang itu berharga sesuai talentanya masing-masing," kata Ary.
Menanggapi konsep tersebut, Gus Ipul menilai prinsip menghargai potensi setiap peserta didik sejalan dengan filosofi Sekolah Rakyat. Menurutnya, setiap siswa memiliki nilai dan talenta yang harus dikembangkan melalui pendidikan.
"Bagus itu. Karena di Sekolah Rakyat itu setiap siswa itu berharga," kata Gus Ipul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....