Menyesuaikan Kapasitas Siswa, Muna Barat Siapkan 10 Hektare Sekolah Rakyat

  • 30 Jul 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Muna Barat memperluas lahan Sekolah Rakyat dari 6 menjadi 10 hektare untuk menampung hingga 2.000 siswa
  • Kemensos menargetkan usulan pembangunan Sekolah Rakyat Muna Barat mengikuti tender pada Oktober 2026 setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi
  • Kemensos menilai penambahan luas lahan telah sesuai dengan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat
  • Sekolah Rakyat diharapkan menjangkau anak-anak putus sekolah, termasuk dari wilayah kepulauan, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan hidup
  • Lokasi yang diusulkan berada di Desa Sawerigadi, Kecamatan Barangka, di atas lahan milik pemerintah daerah dengan akses yang mudah

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, memperluas lahan pembangunan Sekolah Rakyat dari enam menjadi sepuluh hektare. Perluasan dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas sekolah yang ditingkatkan menjadi 2.000 siswa.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memastikan usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Muna Barat akan diproses. Usulan tersebut ditargetkan mengikuti tender pembangunan pada Oktober 2026.

"Setelah proses administrasinya di Kemensos selesai nanti kita berikan ke Mensos, Mensos tanda tangan. Kita susulkan ke Kemen PU. Rencananya itu di bulan Oktober nanti tender," kata Agus Jabo saat menerima audiensi Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu 29 Juli 2026.

Agus Jabo mengatakan Kemensos sebelumnya telah mengusulkan 110 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Usulan yang masuk belakangan, termasuk dari Muna Barat, akan diproses setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

Ia menjelaskan pembangunan dapat dimulai tahun ini apabila proses tender berlangsung pada Oktober. Dengan demikian, penerimaan siswa baru ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ajaran berikutnya.

"Kalau bisa (ikut) tender di Oktober, tahun ini dibangun. Tahun depan sudah bisa buka (perekrutan) siswa. Karena perekrutan siswa yang tahun ajaran berikutnya dimulai Desember besok. Jadi ini prosesnya cepat sekali," ujarnya.

Menurut Agus Jabo, peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat menjadi 2.000 siswa membuat kebutuhan lahan ikut bertambah. Karena itu, perluasan lahan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Muna Barat dinilai telah sesuai dengan kebutuhan.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus berkoordinasi dengan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat. Selanjutnya, Sekber akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk melakukan verifikasi lapangan.

Sementara itu, Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa mengatakan Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau anak-anak dari wilayah kepulauan yang putus sekolah.

"Kita punya masyarakat dari di kepulauan, sebagian memang jelas (bisa) sekolah. Sebagian putus sekolah. Yang penting mereka bisa baca, tulis. Kita harapkan ke depan bagaimana mereka punya di sekolah itu life skill," kata Ali Basa.

Ia menjelaskan lokasi yang diusulkan berada di Desa Sawerigadi, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat. Lahan milik pemerintah daerah tersebut berada sekitar satu kilometer dari jalan nasional sehingga mudah diakses peserta didik maupun tenaga pendidik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....