BRIN Dukung Riset Sekolah Rakyat Kemensos
- 30 Jul 2026 05:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos dan BRIN memperkuat kerja sama untuk mendukung Sekolah Rakyat melalui riset, kajian kebijakan, dan pemanfaatan teknologi tepat guna
- BRIN siap menyusun kajian berbasis bukti untuk mengevaluasi dampak Sekolah Rakyat, mulai dari infrastruktur, kurikulum, tata kelola, hingga perkembangan peserta didik
- BRIN menawarkan teknologi seperti pencarian sumber air, pemanenan air hujan, desalinasi, daur ulang air, pengelolaan sampah, serta teknologi LASAMOR untuk pemberdayaan ekonomi
- Kemensos menilai dukungan BRIN sejalan dengan program Kampung Bersih dan Berdaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Kedua lembaga akan menindaklanjuti kerja sama melalui koordinasi teknis agar program prioritas segera diimplementasikan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat memperkuat kerja sama untuk mendukung Sekolah Rakyat dan program pemberdayaan masyarakat. Kerja sama itu mencakup riset, kajian kebijakan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu 29 Juli 2026.
Prof. Nunung mengatakan BRIN siap mendukung kebutuhan kajian maupun teknologi yang diperlukan Kementerian Sosial. Dukungan itu akan dilakukan melalui jejaring riset yang dimiliki BRIN.
"BRIN siap mendukung Kementerian Sosial. Silakan segera berkirim surat mengenai kebutuhan kajian maupun teknologi yang diperlukan agar dapat segera kami tindaklanjuti bersama," ujar Prof. Nunung.
Ia mengatakan salah satu fokus kajian adalah Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. BRIN menawarkan kajian berbasis bukti untuk mengevaluasi dampak penyelenggaraan sekaligus menyempurnakan kebijakan.
Kajian tersebut mencakup perkembangan peserta didik dan ekosistem penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Aspek yang dikaji meliputi infrastruktur, kurikulum, tata kelola, hingga sistem pendukung lainnya.
| Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Ramaikan JFC 2026 |
Selain riset, BRIN juga menawarkan berbagai teknologi yang dapat diterapkan di Sekolah Rakyat. Teknologi itu meliputi pencarian sumber air, pemanenan air hujan, desalinasi, daur ulang air, hingga pengelolaan sampah.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah teknologi LASAMOR. Teknologi itu dapat dimanfaatkan Keluarga Penerima Manfaat sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi.
Menanggapi hal itu, Wamensos Agus Jabo mengatakan program tersebut sejalan dengan Kampung Berdaya Kemensos. Selama ini Kemensos telah mengembangkan Kampung Bersih dan Berdaya di sejumlah daerah.
"Program pemberdayaan berbasis kampung ini sangat sejalan dengan tawaran BRIN. Selama ini kami sudah memulai gerakan Kampung Bersih dan Berdaya, sehingga teknologi pengolahan sampah dari BRIN dapat menjadi penguat agar sampah memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Agus Jabo.
Ia menjelaskan Kemensos kini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial. Kementerian juga mendorong pemberdayaan agar masyarakat mampu keluar dari kemiskinan.
Agus Jabo mengatakan Sekolah Rakyat menjadi salah satu mandat utama Presiden dalam pengentasan kemiskinan. Menurutnya, keterlibatan BRIN melalui riset akan memperkuat pelaksanaan dan penyempurnaan program tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Kemensos dan BRIN akan menyusun mekanisme kerja sama melalui koordinasi teknis antarsatuan kerja. Langkah itu dilakukan agar berbagai program prioritas dapat segera diimplementasikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....