Menkeu Sebut Stimulus Rp110,7 Triliun untuk Bantu Jaga Daya Beli Masyarakat

  • 14 Jul 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi senilai Rp110,7 triliun sepanjang tahun 2025 yang diberikan secara bertahap pada setiap kuartal.
  • Stimulus diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, dan memperkuat sektor riil melalui dukungan UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, dan diskon tiket liburan.
  • Kebijakan fiskal efektif telah berdampak positif dengan tingkat pengangguran turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025 dan tingkat kemiskinan menurun dari 8,57 persen menjadi 8,25 persen pada September 2025.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi senilai Rp110,7 triliun sepanjang 2025. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi nasional.

Purbaya mengatakan stimulus diberikan secara bertahap pada setiap kuartal sepanjang 2025. Program tersebut menyasar berbagai sektor strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.

"Di samping itu, untuk memperkuat dampak kebijakan fiskal bagi masyarakat. Pemerintah memberikan paket stimulus ekonomi secara bertahap dan di setiap kuartal sepanjang tahun 2025," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Purbaya mengatakan stimulus tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi domestik. Pemerintah juga memperkuat sektor riil melalui berbagai program dukungan ekonomi.

"Stimulus ini diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil. Khususnya melalui dukungan bagi UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, hingga diskon tiket pada masa liburan," ujarnya.

Menurut Purbaya, ketahanan ekonomi yang didukung kebijakan fiskal efektif telah berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari membaiknya sejumlah indikator sosial sepanjang 2025.

"Terjaganya resiliensi ekonomi Indonesia yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat," kata Purbaya. Ia menyebut tingkat pengangguran turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus 2024 yang tercatat sebesar 4,91 persen. Selain itu, tingkat kemiskinan juga menurun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....