Di Tengah Gejolak Global, Menkeu Pastikan Fundamental Indonesia Tetap Terjaga

  • 14 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen meskipun menghadapi gejolak ekonomi global, menunjukkan ketahanan dan stabilitas ekonomi nasional yang kuat.
  • Tingkat inflasi berhasil dipertahankan pada level terkendali sebesar 2,92 persen, berada dalam rentang sasaran pemerintah melalui sinergi kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
  • Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen dan pembentukan modal tetap bruto mencapai 5,09 persen, mencerminkan daya tahan ekonomi domestik yang baik dengan peran APBN sebagai shock absorber.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah gejolak global sepanjang 2025. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap berada di atas lima persen.

Purbaya mengatakan, perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,11 persen meski menghadapi berbagai tantangan global. Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap kuat dalam menghadapi dinamika internasional.

"Namun kita patut bersyukur, di tengah gejolak tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga yang tercermin dalam beberapa indikator utama. Ekonomi pada 2025 tumbuh 5,11 persen," ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

"Hal ini mencerminkan fundamental ekonomi yang resilien dalam menghadapi dinamika global," ucap Purbaya melanjutkan. Purbaya menjelaskan pertumbuhan ekonomi tersebut didukung kuatnya aktivitas domestik sepanjang tahun lalu.

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 4,98 persen, sementara pembentukan modal tetap bruto mencapai 5,09 persen. Menurutnya, kedua indikator tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi nasional masih terjaga dengan baik.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga berhasil menjaga inflasi pada level yang terkendali. Sepanjang 2025, tingkat inflasi tercatat sebesar 2,92 persen atau masih berada dalam rentang sasaran pemerintah.

Purbaya mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Pemerintah juga terus memperkuat pasokan, distribusi barang, dan koordinasi dengan otoritas terkait.

"Kekuatan ekonomi domestik tersebut tidak lepas dari optimalnya peran APBN sebagai shock absorber. Untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan," ujar Purbaya.

Menkeu mengatakan kebijakan fiskal sepanjang 2025 tetap ditempuh secara ekspansif untuk mendukung perekonomian. Meski demikian, pemerintah tetap menjaga defisit anggaran pada tingkat yang aman dan terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....