Cerita Siswa Baru Senang Mengikuti MPLS 2026

  • 13 Jul 2026 15:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MPLS 2026 dilaksanakan di seluruh satuan pendidikan Indonesia sebagai ruang adaptasi, membangun persahabatan, dan mengenal lingkungan belajar bagi siswa baru.
  • SMA Labschool Kebayoran menyelenggarakan MPLS dengan prinsip aman, edukatif, dan inklusif yang melibatkan OSIS, MPK, dan Calon Pengurus OSIS sebagai mentor.
  • Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang ramah dan inklusif dengan menolak segala bentuk perpeloncoan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Seluruh satuan pendidikan di Indonesia pada hari ini melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Alih-alih dipenuhi rasa takut, kegiatan inijustru menjadi ruang bagi siswa baru untuk beradaptasi, membangun pertemanan, hingga mengenal lingkungan belajar.

Pengalaman tersebut lah yang dirasakan dua siswa baru SMA Labschool Kebayoran, Qoyz Algebra dan Sandrina Emily Damanik. Keduanya menceritakan pengalamannya mengikuti hari pertama MPLS 2026.

Sandrina mengaku senang bisa mengikuti MPLS dihari pertama masuk sekolah. Ia merasa senang karena suasana sekolahnya saat ini lebih ramai dibandingkan saat ia duduk di bangku SMP.

"Kebetulan sekolah saya (sebelumnya) sebenarnya tidak memiliki banyak murid. Jadi seketika masuk sini saya sangat senang untuk dapat melihat banyak sekali murid dan dapat lebih banyak teman lagi," kata Sandrina di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin 13 Juli 2026.

Ia juga mengapresiasi sambutan yang diberikan oleh pengurus OSIS, Majelis Perwakilan Kelas (MPK), serta para guru. Menurutnya, seluruh panitia berperan aktif menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta didik baru.

"Kakak-kakak OSIS-nya juga sangat ramah, kakak OSIS dan MPK, dan guru-gurunya juga sangat suportif. Sangat mendukung untuk kita semua bergabung di sini dan merasa familiar-lah dengan sekolah ini," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Qoyz Algebra. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan MPLS berlangsung tertib dan dikemas dengan aktivitas yang menarik serta interaktif.

"Saya senang sekali, mulai dari pra-MPLS sampai hari pertama semuanya smoothly berjalan dengan lancar. Kakak-kakaknya menyediakan aktivitas-aktivitas yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga interaktif bagi kami," katanya.

Qoyz mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum mengikuti MPLS. Apalagi, ia datang seorang diri dari Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta.

"Sebenarnya iya, saya culture shock banget karena banyak siswa. Tapi kakak-kakaknya baik banget menyambut saya dengan teman-teman saya," ucapnya.

"Karena banyak diverse (beragam) dari orangnya, ada yang dari Jambi, ada yang dari jauh-jauh sampai NTB. Banyak sekali teman-teman yang saya temui di sini," kata Qizy.

Sementara itu, pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMA Labschool Kebayoran memastikan pelaksanaan MPLS 2026 berlangsung lancer. MPLS dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip aman, edukatif, dan inklusif.

Ketua MPK SMA Labschool Kebayoran Andhika Bramantyo mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan jauh hari. "Jadi kita satu bulan yang lalu udah mulai rapat-rapat sama guru, dan guru juga udah ditentuin panitianya," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua OSIS SMA Labschool Kebayoran Tibiadzka Keiko menjelaskan, pelaksanaan MPLS juga melibatkan Calon Pengurus OSIS (Capsis). Mereka bertugas menjadi mentor bagi peserta didik baru sekaligus menjembatani komunikasi antara guru, panitia, dan siswa kelas X.

"Nanti juga untuk hari Rabu, Kamis, dan Jumat bakal ada olahraga pagi di mana yang wakilin juga dari OSIS dan juga Capsis. Di mana mereka tuh kalau guru-guru sebagai eksekutor juga mungkin, tapi yang lebih berkomunikasi dengan adik-adik nanti anak capsis-nya," katanya.

Lebih lanjut, Andhika menegaskan sekolah memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan MPLS Aman. Hal ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menolak segala bentuk perpeloncoan.

"Jadi sekolah nggak mau adanya perpeloncoan dari kakak kelas-kakak kelasnya. Dan juga sekolah juga mendorong yang namanya lingkungan inklusif, yang di mana tuh semuanya dapat perlakuan yang sama," katanya.

Sebelumnya pelaksanaan MPLS di SMA Labschool Kebayoran dihadiri Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Dalam kesempatan itu, ia menekankan sekolah harus menjadi rumah kedua untuk anak-anak.

"Tadi kita tekankan bahwa pertama ya, sekolah itu harus menjadi rumah kedua buat anak-anak kita. Tekankan prinsip dasarnya bagaimana sekolah itu menjadi ekosistem pembelajaran yang ramah, inklusif, dan juga mendorong pertumbuhan anak," kata Fajar.

Kepada para siswa, Fajar juga menekankan anak-anak untuk memiliki tujuan dan mimpi. Menurutnya, hal itu penting untuk melangkah ke depan.

"Saya tekankan supaya anak-anak kita ini punya mimpi, punya cita-cita. Karena kalau anak-anak sekolah tidak punya mimpi, berarti mereka tidak punya tujuan melangkah ke depan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....