Sapa Wartawan di Harkopnas, Presiden: Wartawan Itu Kawan Saya

  • 13 Jul 2026 11:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menekankan bahwa media dan wartawan adalah kawan yang selalu mengikuti aktivitas kepresidenan dengan hubungan didasarkan komunikasi terbuka dan saling memahami.
  • Presiden menggunakan candaan saat berbicara di Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional, menyatakan media sedang menunggu dirinya terpeleset dalam berbicara untuk meliput berita.
  • Presiden meminta wartawan tidak menyimpan perasaan apabila terdapat pernyataannya yang dianggap kurang berkenan sebagai bentuk komitmen terhadap komunikasi yang transparan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hubungan dirinya dengan wartawan saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. Ungkapan tersebut disampaikan Presiden dengan kelakar di tengah pidatonya yang beberapa kali disambut tawa peserta.

Mulanya, Presiden meminta izin kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menyampaikan pandangannya secara terbuka di hadapan para peserta kegiatan. "Menteri Agama, saya boleh bicara apa adanya, boleh?" kata Presiden yang langsung disambut tawa hadirin.

Presiden kemudian menanyakan kepada peserta apakah mereka menginginkan dirinya berbicara secara terus terang. Pertanyaan tersebut dijawab serempak oleh peserta dengan menyatakan setuju.

Di tengah suasana yang cair, Presiden lalu berkelakar bahwa media sedang menunggu dirinya terpeleset dalam berbicara. Pernyataan tersebut kembali memancing gelak tawa para peserta yang memenuhi arena acara.

"Kalian mau saya bicara apa adanya atau tidak? Media lagi nunggu saya bicara kepleset," ujar Presiden.

Meski demikian, Presiden menegaskan dirinya memiliki hubungan yang baik dengan para wartawan yang selama ini meliput berbagai kegiatan kepresidenan. Presiden menyebut wartawan sebagai kawan yang selalu mengikuti aktivitasnya.

"Nggak apa-apa, wartawan sama gue tuh kawan, hopeng. Friend, kita friend," kata Presiden.

Presiden juga meminta para wartawan tidak menyimpan perasaan apabila terdapat pernyataannya yang dianggap kurang berkenan. Hubungan yang terjalin selama ini, kata Presiden, didasarkan pada komunikasi yang terbuka dan saling memahami.

"Kalau ada kata-kata saya yang salah jangan disimpan dalam hati," ujarnya. Candaan Presiden tersebut menjadi salah satu momen yang mencairkan suasana dalam peringatan Hari Koperasi Nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....