Presiden Tegaskan Indonesia Harus Kembali kepada Ekonomi Kerakyatan
- 13 Jul 2026 07:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menilai Indonesia perlu kembali ke ekonomi kerakyatan sesuai amanat UUD 1945 karena ekonomi neoliberal dianggap bertentangan dengan dasar hukum negara.
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia perlu kembali kepada ekonomi kerakyatan sesuai amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Menurut Kepala Negara, arah pembangunan ekonomi nasional selama ini sempat dipengaruhi paham ekonomi neoliberal.
Presiden mengatakan pemerintah telah berjuang mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke jalur yang dirancang para pendiri bangsa. “Ekonomi Indonesia sering kali dikuasai paham neoliberal yang sesungguhnya bertentangan dengan UUD 1945,” ucapnya pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Minggu, 12 Juli 2026.
“Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi kepada arah yang dirancang pendiri-pendiri bangsa kita,” ujarnya. Yaitu ekonomi kekeluargaan atau ekonomi kerakyatan, di mana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan.
Presiden menegaskan kritik terhadap neoliberalisme bukan sekadar untuk mencari kesalahan masa lalu. Menurut Kepala Negara, negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, pernah terpesona oleh keberhasilan ekonomi negara-negara Barat.
"Kita tidak ingin mencari kesalahan masa lalu yang diakui merupakan kesalahan bersama para elite waktu itu," ucapnya. "Mungkin kita terkesima oleh keunggulan Barat yang seolah-olah bisa membawa kesejahteraan rakyat dalam waktu singkat."
Namun,setelah berjalan selama puluhan tahun, Kepala Negara menilai teori tersebut tidak sepenuhnya terbukti. Presiden mengaku telah lama memperingatkan bahwa kapitalisme neoliberal tidak akan mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat.
"Ternyata setelah tiga dasawarsa kita melihat tidak benar," ucapnya. "Saya mungkin termasuk salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil."
Presiden juga menyinggung teori trickle down effect yang selama ini menjadi salah satu dasar pemikiran ekonomi neoliberal. Menurut teori tersebut, kekayaan kelompok atas pada akhirnya akan mengalir kepada masyarakat di bawahnya.
"Paham neolib itu kalau mereka kaya, lama-lama kekayaannya akan menetes ke bawah, trickle down effect. Saya tanya kalian, percaya enggak akan netes ke bawah?" katanya yaang disambut respons hadirin.
Karena itu, Presiden menegaskan pemerintah akan terus memperkuat koperasi dan berbagai instrumen ekonomi kerakyatan lainnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh rakyat memperoleh kesempatan yang sama dalam menikmati hasil pembangunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....