Menag Tegaskan Pengawasan Kekerasan Harus Dilakukan Seluruh Lembaga Pendidikan

  • 12 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Depok - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekerasan tidak hanya terjadi di pesantren dan madrasah. Karena itu, menurutnya, persoalan kekerasan terhadap anak harus dipandang sebagai tantangan bersama seluruh lembaga pendidikan.

"Saya dengan Pak Wamen berpendapat sama bahwa sebetulnya kita jangan menonjolkan istilah kekerasan pondok pesantren, kekerasan madrasah. Walaupun ini sering jadi viral, tetapi kekerasan itu muncul di mana-mana," kata Nasaruddin saat peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (RANA) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat, Minggu, 12 Juli 2026.

Nassarudin mengatakan istilah yang lebih tepat adalah kekerasan di lembaga pendidikan. Sebab, persoalan tersebut dapat terjadi di berbagai lingkungan pendidikan dan tidak hanya ditemukan di pesantren maupun madrasah.

"Karena di lembaga-lembaga pendidikan mana pun juga terjadi hal-hal yang seperti itu," ujarnya. Ia menilai langkah tersebut penting agar perlindungan anak dapat diterapkan secara merata.

Ia mengatakan, Kementerian Agama juga akan memperketat definisi dan tata kelola pesantren guna mencegah munculnya lembaga yang mengatasnamakan pesantren. Menurutnya, sejumlah persoalan perlindungan anak kerap muncul pada lembaga yang tidak memiliki tata kelola yang jelas.

"Kita nanti akan mendefinisikan secara ketat apa yang dimaksud dengan pondok pesantren. Karena banyak yang menamakan diri pondok pesantren, padahal persoalan-persoalan anak-anak kita banyak yang muncul di situ," kata Menag.

Ia menegaskan, keterbukaan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak. Lembaga yang berani memperbaiki diri, kata Menag, justru menunjukkan tanggung jawab dan martabat yang tinggi.

"Kepada para pengasuh dan pimpinan lembaga, mari kita jadikan keterbukaan sebagai tanda kekuatan, bukan kelemahan. Lembaga yang berani memperbaiki diri adalah lembaga yang bermartabat," ujar Nasaruddin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....