Cek Kesehatan Gratis Capai 59,5 Juta Peserta, Dewasa Mendominasi
- 11 Jul 2026 19:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah terus menunjukkan perkembangan positif.
- Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 59.561.278 peserta telah mendapatkan layanan CKG hingga 5 Juli 2026.
- Pada kelompok dewasa, faktor risiko kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah kurangnya aktivitas fisik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah terus menunjukkan perkembangan positif. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 59.561.278 peserta telah mendapatkan layanan CKG hingga 5 Juli 2026.
Jumlah tersebut hampir setengah dari target sekitar 130 juta peserta yang ditetapkan tahun 2026 ini. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan kelompok usia dewasa menjadi peserta yang paling banyak ikut program CKG.
"Dari seluruh peserta yang telah diperiksa, sekitar 35,7 juta orang merupakan kelompok usia dewasa," kata Aji dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 11 Juli 2026. Berdasarkan data Kemenkes, Provinsi Gorontalo menjadi daerah dengan capaian cakupan tertinggi terhadap sasaran penduduk, yakni mencapai 39,8 persen.
Sebaliknya, Papua Pegunungan mencatat cakupan terendah dengan angka 0,6 persen. Selain memperluas akses layanan kesehatan, program CKG juga berhasil mengidentifikasi berbagai penyakit dan faktor risiko kesehatan di berbagai kelompok usia.
Pada kelompok bayi baru lahir, ditemukan sebanyak 20.946 bayi atau 4,3 persen memiliki risiko penyakit jantung bawaan. Sementara itu, pada balita dan anak prasekolah, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah gigi karies dengan jumlah 614.427 kasus atau 23,9 persen.
Kondisi serupa juga ditemukan pada kelompok anak usia sekolah dan remaja. Sebanyak 2.994.482 peserta atau 40,9 persen mengalami gigi karies.
Adapun pada kelompok dewasa, faktor risiko kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah kurangnya aktivitas fisik. Tercatat sebanyak 13.133.414 orang atau 46,5 persen peserta dewasa memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah.
Sementara pada kelompok lanjut usia (lansia), angka kurang aktivitas fisik bahkan lebih tinggi. Sebanyak 3.211.946 orang atau 51,5 persen lansia tercatat kurang bergerak secara aktif.
Dari seluruh peserta yang telah mengikuti pemeriksaan, sebanyak 753.884 orang memerlukan tindak lanjut dan telah dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun layanan rawat jalan. Meski pelaksanaan program dinilai masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan, Aji mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diatasi.
"Meski capaian CKG pada tahun 2026 hingga saat ini berjalan on track. Namun pelaksanaan CKG masih menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.
Tantangan tersebut meliputi masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai program CKG, komitmen pemerintah daerah yang belum merata, hingga layanan puskesmas yang belum sepenuhnya menjangkau masyarakat yang jarang berkunjung ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, keterbatasan sarana dan alat kesehatan serta kapasitas sumber daya manusia kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemenkes mendorong promosi kesehatan dan edukasi secara masif melalui berbagai media, sekaligus melibatkan kader kesehatan, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Aji juga menilai cakupan CKG perlu diperluas melalui kerja sama lintas sektor. Termasuk dengan fasilitas kesehatan primer selain puskesmas, institusi TNI dan Polri, tempat kerja, perguruan tinggi, hingga berbagai mitra lainnya.
"Sarana, prasarana, alkes perlu dilakukan pemenuhan secara bertahap. Kapasitas SDM yang masih perlu ditingkatkan. Peningkatan kapasitas nakes dan tenaga medis dapat dilakukan melalui webinar, orientasi ataupun pelatihan melalui Plataran Sehat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....