Mentrans Tegaskan Transmigrasi Tidak Hanya Pertanian, juga Industrialisasi
- 06 Jul 2026 23:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan program transmigrasi siap menjadi mesin baru penggerak ekonomi Indonesia
- Transmigrasi diarahkan sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi menarik investasi, mengembangkan industri, memperkuat hilirisasi, menopang ketahanan pangan dan energi nasional
- Setiap kawasan transmigrasi memiliki keunggulan komparatif dan potensi strategis yang berbeda
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan program transmigrasi siap menjadi mesin baru penggerak ekonomi Indonesia. Transmigrasi diarahkan sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi menarik investasi, mengembangkan industri, memperkuat hilirisasi, menopang ketahanan pangan dan energi nasional.
Menteri Iftitah mengatakan, setiap kawasan transmigrasi memiliki keunggulan komparatif dan potensi strategis yang berbeda. Di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, misalnya, terdapat potensi minyak dan gas bumi.
Kawasan transmigrasi di Kalimantan Selatan serta Aceh Besar dan Aceh Barat memiliki cadangan batu bara. Transmigrasi di Mamuju, Sulbar menyimpan potensi logam tanah jarang yang menjadi bahan baku penting bagi industri teknologi modern.
“Era ketika transmigrasi hanya dipandang sebagai kawasan pertanian telah berakhir. Pertanian tetap menjadi fondasi yang penting. Tetapi kawasan transmigrasi hari ini juga harus menjadi rumah bagi investasi, industri, hilirisasi, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Senin 6 Juli 2026.
Menteri Iftitah menyebut, transformasi transmigrasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Di antaranya melalui industrialisasi, hilirisasi, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas di berbagai daerah.
“Kita tidak lagi berbicara hanya tentang pertanian, ada sektor perkebunan, industri pengolahan, pariwisata, minyak dan gas, batu bara. Logam tanah jarang, hingga berbagai potensi ekonomi strategis lainnya yang harus dikembangkan sesuai keunggulan masing-masing daerah,” ucapnya.
Pembangunan kawasan transmigrasi kini dilakukan dengan pendekatan berbeda, fokus Pemerintah tidak lagi sekadar membuka lahan atau memindahkan penduduk. Melainkan membangun ekosistem investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu contoh transformasi tersebut tengah berlangsung di kawasan Barelang, Kepulauan Riau. Kementrans bersama Pemkot Batam dan BP Batam terus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.
“Investor tidak membutuhkan banyak janji, yang mereka butuhkan adalah ekosistem yang memberi kepastian. Ekosistem terbangun, investasi akan datang, industri berkembang, lapangan kerja tercipta, dan masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Menteri Iftitah menambahkan, keberhasilan transmigrasi saat ini tidak lagi diukur dari banyaknya masyarakat yang dipindahkan ke suatu kawasan. Melainkan dari kemampuan kawasan tersebut menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mempercepat transformasi tersebut, Kementrans terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan para investor. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus membangun kawasan transmigrasi yang semakin kompetitif.
“Yang kita bangun bukan hanya kawasan industri, tetapi sebuah ekosistem yang mempertemukan investasi, dunia usaha, dan masyarakat lokal. Keberhasilan transmigrasi harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar dari bertambahnya jumlah penduduk yang berpindah,” ujarnya.
Kementrans optimistis kawasan transmigrasi akan berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia pusat investasi, industri, hilirisasi, pangan. Serta energi yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....