Kementerian PU Dukung Transformasi Transmigrasi Bangun Infrastruktur
- 09 Agt 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung transformasi kawasan transmigrasi melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat
- Dukungan diharapkan melalui pemetaan potensi dan kebutuhan yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di 53 kawasan transmigrasi
- Staf Khusus Kementerian PU, Ahmad Khoirul Umam mewakili Menteri Pekerjaan Umum dalam Pelepasan TEP 2026 menegaskan komitmen tersebut
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung transformasi kawasan transmigrasi melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan diharapkan melalui pemetaan potensi dan kebutuhan yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di 53 kawasan transmigrasi.
Staf Khusus Kementerian PU, Ahmad Khoirul Umam mewakili Menteri Pekerjaan Umum dalam Pelepasan TEP 2026 menegaskan komitmen tersebut. Dari jumlah tersebut, pembangunan pada 2026 difokuskan di 14 kawasan transmigrasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan.
"Kementerian Pekerjaan Umum memberikan dukungan yang sangat jelas kepada Kementerian Transmigrasi. Terhadap prakarsa dan program yang dijalankan oleh Kementerian Transmigrasi," kata Umam dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Minggu 9 Agustus 2026.
Pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi tidak hanya bertujuan menghadirkan fasilitas fisik. Tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Seluruh program tersebut sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air, memperluas lapangan kerja berkualitas, serta mendorong pemerataan ekonomi.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Kementerian PU memfokuskan dukungan pada 45 kawasan transmigrasi prioritas. Untuk mendukung target tersebut, Kementerian PU menjalankan berbagai program melalui sejumlah direktorat jenderal.
Antara lain pembangunan jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pembangunan jalan dan jembatan menuju sentra produksi. Hal ini agar distribusi komoditas unggulan lebih efisien, penyediaan infrastruktur permukiman, air minum, dan sanitasi di kawasan transmigrasi.
"Dari total yang kami dukung kepada Kementerian Transmigrasi, nilainya saat ini masih berada di kisaran Rp.550 miliar. Kami berharap ketika kondisi ekonomi semakin menguat, dukungan terhadap program-program prioritas, termasuk kawasan transmigrasi, juga akan semakin meningkat," ucap Umam.
Umam menilai keberadaan TEP memiliki peran strategis untuk memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan. Melalui hasil identifikasi dan pemetaan, Pemerintah dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur dasar, Kementerian PU juga mengembangkan Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) pada 2026. Program tersebut melibatkan masyarakat melalui skema padat karya sehingga pembangunan menghasilkan infrastruktur, dan menciptakan peluang ekonomi bagi warga.
"Yang sebelumnya tidak melibatkan masyarakat secara langsung, untuk program ini fokus melibatkan masyarakat pada level padat karya. Artinya, pembangunan infrastruktur memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat di akar rumput," ujarnya.
Umam juga mengajak seluruh anggota TEP 2026 memanfaatkan masa pengabdian untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman peserta tahun sebelumnya yang berharap masa penugasan di kawasan diperpanjang untuk memberikan manfaat.
Kementrans menerjunkan TEP 2026 untuk membangun 53 kawasan transmigrasi melalui berbagai rencana sesuai daerahnya. Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan fokus TEP 2026 untuk kerja nyata pembangunan kawasan transmigrasi.
Sebanyak 1.476 peserta TEP 2026 yang terdiri dari 10 perguruan tinggi mendapat pembekalan dari berbagai kementerian dan lembaga. Adapun TEP 2025 lalu berhasil melakukan pemetaan potensi kawasan, sehingga tahun ini harus ada pembangunan kawasan sesuai potensinya.
"Yang membedakan tahun lalu dengan tahun ini adalah tidak hanya riset dan pemetaan potensi ekonomi. Tetapi melakukan aksi nyata, mereka dibekali sejumlah dana, output sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi," ujar Mentrans Iftitah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....