Skema Keterlibatan Kantin Sekolah dalam Distribusi MBG Masih Dikaji
- 05 Jul 2026 21:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah masih menyusun skenario kebijakan terkait keterlibatan kantin sekolah dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama BGN.
- Peran kantin sekolah maupun mekanisme layanan pendukung lainnya dalam pelaksanaan program MBG masih dalam kajian.
- Abdul Mu'ti menyebut, saat ini, seluruh skema masih dikaji secara mendalam agar implementasinya berjalan efektif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah masih menyusun skenario kebijakan terkait keterlibatan kantin sekolah dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, hingga kini belum ada keputusan final mengenai peran kantin sekolah maupun mekanisme layanan pendukung lainnya dalam pelaksanaan program MBG.
Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, di Yogyakarta, Minggu 5 Juli 2026. Menurut Mu'ti, saat ini, seluruh skema masih dikaji secara mendalam agar implementasinya berjalan efektif.
"Belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam," kata Abdul Mu'ti.
Ia menjelaskan, keputusan yang telah disepakati dalam rapat tingkat menteri adalah perubahan sasaran penerima manfaat program MBG. Nantinya, program tersebut tidak lagi diberikan kepada seluruh siswa, melainkan diprioritaskan bagi peserta didik yang benar-benar membutuhkan.
"Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya. Tetapi hanya untuk yang memerlukan," ujarnya. Meski demikian, mekanisme penentuan penerima manfaat masih terus disusun agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara tepat sasaran.
"Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik," katanya. Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kewenangan penyelenggaraan program MBG berada di tangan Badan Gizi Nasional.
Sementara itu, Kemendikdasmen berperan memberikan masukan agar pelaksanaan program sejalan dengan tujuan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, semangat utama program MBG adalah membangun generasi yang sehat secara fisik sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.
"Semangat MBG oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting," ujarnya. Ia menilai, penyaluran manfaat program akan lebih efektif apabila difokuskan kepada siswa yang memang paling membutuhkan.
"Jadi memang lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani," katanya.
Selain meningkatkan gizi anak, Abdul Mu'ti mengatakan MBG juga dirancang sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Program tersebut menjadi salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam membiasakan siswa mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Kemendikdasmen, lanjutnya, telah menerbitkan berbagai panduan agar pendidikan karakter dapat terintegrasi dengan pelaksanaan MBG.
Saat ini kementeriannya terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional sambil menunggu kebijakan lanjutan mengenai implementasi program tersebut. "Bagaimana nanti kebijakan barunya akan disiapkan BGN sebagai institusi yang mempunyai kewenangan menyelenggarakan MBG," ucap Abdul Mu'ti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....