Kantin Sekolah dan CSR Perusahaan, Jadi Alternatif BGN Perluas MBG hingga Daerah 3T
- 09 Jun 2026 06:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, menargetkan perluasan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke daerah 3T
- Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyebut, kantin sekolah menjadi alternatif perluasan MBG ditengah keterbatasan SPPG
- Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, membuka opsi kerja sama dengan perusahaan besar di daerah untuk hadirkan dapur MBG melalui dana CSR
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN), menargetkan perluasan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T). Hal itu disampaikan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta.
Ia menjelaskan berbagai langkah strategis dalam perluasan jangkauan MBG hingga ke daerah-daerah 3T. Seperti salah satunya, yakni memanfaatkan kantin sekolah sebagai bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk menyediakan MBG.
Nanik menyebut hal ini, berdasarkan peninjauannya ke sejumlah daerah yang belum memiliki SPPG. Ia menilai dengan memberdayakan kantin sekolah di daerah-daerah 3T, menjadi langkah strategis memperluas jangkauan MBG.
"Saya pernah ke suatu pulau, muridnya hanya 119, kan gak mungkin juga didirikan dapur (SPPG). Tapi disitu ada kantin, jadi bisa dong kantin itu digunakan, jadi kantin ini salah satu alternatif," kata Nanik saat konferensi pers, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Selain itu Kepala BGN juga mencontohkan alternatif lainnya dalam perluasan jangkauan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Seperti dicontohkannya, yakni dapur umum dari sejumlah perusahaan besar di daerah 3T juga menjadi salah satu alternatif lainnya.
"Atau mungkin juga kalo di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya beri investasi, masa sih bikin dapur untuk masyarakat di situ gak mau. Kan gak mahal juga, jadi mereka kan juga punya CSR," ujarnya.
Ia mengatakan hal tersebut dapat mengurangi beban APBN dalam pembiayaan program MBG. Namun untuk memanfaatkan dapur umum perusahaan-perusahaan besar tersebut Nanik menuturkan, masih akan dilakukan pendalaman untuk kerja sama.
"Ini kami akan mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN (mencoba). Jadi ada alternatif-alternatif, tidak harus bangun dapur baru di 3T," ucap Nanik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....